Inggris Kalahkan Swedia Lewat Adu Penalti Menegangkan, Lolos ke Semifinal Euro Wanita

edisiana.com – Inggris mengalahkan Swedia dalam adu penalti yang menegangkan pada Kamis malam untuk memastikan tempat di semifinal Kejuaraan Eropa Wanita. Juara bertahan itu melakukan kebangkitan luar biasa setelah tertinggal dua gol dan akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Swedia, yang bertindak sebagai tuan rumah, langsung unggul pada menit kedua. Stina Blackstenius memberikan umpan kepada kapten Swedia, Kosovare Asllani, yang mencetak gol setelah Inggris kehilangan bola dengan mudah.

Tak lama kemudian, Blackstenius kembali beraksi dengan berlari lebih cepat dari Jess Carter dan mencetak gol dengan penyelesaian yang tenang pada menit ke-25.

Inggris baru bisa memperkecil ketertinggalan di babak kedua melalui Lucy Bronze pada menit ke-79. Ia menyambut umpan silang dari Chloe Kelly dan menyundul bola dari sudut sempit, membangkitkan semangat para suporter yang mengenakan pakaian putih di tribun.

Dua menit kemudian, pemain pengganti Michelle Agyemang menyamakan skor lewat penyelesaian luar biasa, memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Ini menjadi kali pertama dalam sejarah Euro Wanita sebuah tim berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol dalam pertandingan sistem gugur.

Kedua tim memiliki peluang di babak perpanjangan waktu, namun pertandingan tetap berlanjut ke adu penalti. Swedia gagal pada eksekusi penalti pertama mereka, tetapi penyelamatan luar biasa dari Falk sempat memberi harapan bagi tuan rumah.

Swedia memiliki kesempatan untuk mengunci kemenangan, namun tembakan mereka justru melambung tinggi di atas mistar. Meski Falk sempat menggagalkan eksekusi penalti Grace Clinton, Lucy Bronze berhasil menaklukkannya dari titik putih.

Kegagalan Sofia Jakobsson menambah tekanan, dan beban itu terbukti terlalu berat bagi Holmberg yang melepaskan tembakan gagal—menjadi kegagalan kesembilan dalam adu penalti dramatis tersebut.

Melansir ESPN, tim asuhan Sarina Wiegman kini melaju ke semifinal keempat mereka dalam lima edisi Euro terakhir, sekaligus menjadi juara bertahan pertama sejak Jerman pada 2009 yang mampu melampaui babak perempat final di turnamen berikutnya.(maq)

Exit mobile version