Chelsea Menang, Tapi dengan Luka dan Ketegangan ala Wales

Garnacho selebrasi dengan rekan setimnya di Chelsea. Foto: via BBC

edisiana.com – Chelsea akhirnya melaju ke semifinal Piala EFL, namun bukan tanpa penderitaan. Di Wales selatan, The Blues harus berkeringat, goyah, bahkan hampir tergelincir sebelum menundukkan klub League One, Cardiff City, dengan skor 3-1. Kemenangan yang terlihat meyakinkan di papan skor, tetapi penuh drama di lapangan.

Awal laga menjadi mimpi buruk kecil bagi pasukan Enzo Maresca. Chelsea tampil tumpul, kehilangan ritme, dan terlihat tidak siap menghadapi intensitas tuan rumah.

Wajah Maresca di pinggir lapangan mencerminkan segalanya: frustrasi. Sang pelatih tak menunggu lama—dua pergantian pemain dilakukan bahkan sebelum babak pertama berakhir. Sebuah pesan keras.

BACA JUGA:  Kalahkan Juventus, Milan Bertemu Inter di Final Super Italia

Perubahan itu berbuah hasil. Alejandro Garnacho mencuri perhatian. Memanfaatkan blunder fatal bek tengah Cardiff, Dylan Lawlor, sang winger tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membawa Chelsea unggul lebih dulu. Gol yang terasa seperti pelepas napas, namun belum menjadi penentu.

Cardiff menolak menyerah. Tim asuhan Brian Barry-Murphy bangkit dengan keberanian yang memantik stadion.

David Turnbull menyamakan kedudukan lewat sundulan spektakuler, menyambut umpan silang menggoda dari Perry Ng. Gol itu meledakkan euforia, seolah raksasa London benar-benar bisa dijatuhkan.

BACA JUGA:  Klopp: Sekarang Arsenal di Puncak Klasemen, Nanti Kami

Namun Chelsea kembali menunjukkan kelasnya—meski dengan cara yang menyakitkan bagi tuan rumah.

Pedro Neto, masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol krusial lewat tembakan rendah keras yang berbelok arah sebelum bersarang di gawang. Gol dingin, mematikan, dan sangat “Chelsea”.

Di masa tambahan waktu, Garnacho menutup malam dengan gol keduanya. Pukulan terakhir yang membungkam stadion dan memastikan tiket semifinal untuk The Blues.

Sorak sorai sempat teredam, namun Cardiff boleh berbangga. Mereka menantang lawan elit tanpa rasa takut, sebuah modal berharga saat fokus mereka kembali pada misi utama: segera kembali ke Championship.

BACA JUGA:  Gagal di Liga, Pep Guardiola Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Manchester

Bagi Chelsea, melansir BBC, ini lebih dari sekadar kemenangan. Ini adalah pelipur lara setelah hari-hari sulit bagi Maresca—sebuah hasil yang menyelamatkan, meski jauh dari kata sempurna.(maq)