Messi Menangis Usai Cetak Hat-trick, Samai Rekor Klose di Piala Dunia

Messi merayakan golnya bersama rekan setim. Foto: via MD

edisiana.com – Argentina memulai langkahnya di Piala Dunia dengan sempurna. Sang kapten, Lionel Messi, menjadi bintang kemenangan setelah memborong tiga gol alias hat-trick saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka, hari ini.

Namun, ada momen yang menarik perhatian setelah gol pertama tercipta. Messi tampak tidak mampu menahan emosinya. Pemain berusia 39 tahun itu terlihat menitikkan air mata sebelum dikerumuni rekan-rekan setimnya yang ikut merayakan gol tersebut.

Sesaat kemudian, megabintang Inter Miami itu tampak menyeka air matanya menggunakan jersey yang dikenakannya.

”Mengapa saya menangis? Itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan sepak bola,” ujar Messi dikutip dari BBC pada hari ini.

BACA JUGA:  Messi Mengejar Hattrick Pemain Terbaik FIFA, Haaland Jadi Penghalang

Peraih delapan Ballon d’Or tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani masa sulit sebelum turnamen dimulai. Kondisi fisiknya tidak berada dalam keadaan terbaik dan beberapa kali diganggu cedera.

”Saya bersyukur kepada rekan-rekan setim karena mereka selalu berada di sisi saya, memberi saya banyak kekuatan untuk membantu saya melewatinya,” tambahnya.

Hat-trick ke gawang Aljazair menjadi yang pertama bagi Messi sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia. Tiga gol tersebut sekaligus membuat koleksi golnya di ajang empat tahunan itu mencapai 16 gol.

BACA JUGA:  Yamal Ikut Euro Iya, Belajar Online Juga Iya

Catatan tersebut menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.

Tidak hanya itu, Messi juga kembali mengukir sejarah. Dia menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Pencapaian tersebut diraih tepat 20 tahun setelah debutnya di turnamen terbesar dunia itu.

Pada penampilan perdananya di Piala Dunia, Messi turut mencetak gol saat Argentina menang telak 6-0 atas Serbia dan Montenegro.

Performa gemilang Messi juga membawa Argentina membuka turnamen dengan kemenangan sebagai juara bertahan. Sebuah pencapaian yang sebelumnya gagal diraih Albiceleste pada edisi 1982 dan 1990.

BACA JUGA:  Brighton Mencatat Sejarah 122 Tahun

Kini, dengan Messi yang masih menjadi pembeda di usia yang tak lagi muda, Argentina kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia.(maq)