edisiana.com – Mimpi besar Hearts untuk mengakhiri puasa gelar Liga Scotlandia sejak 1960 harus berakhir pahit. Setelah delapan bulan memuncaki klasemen, klub asal Edinburgh itu justru gagal meraih trofi usai kalah 1-3 di kandang Celtic.
Ironisnya, kekalahan tersebut sekaligus memastikan Celtic dinobatkan sebagai juara di depan pendukung sendiri. Gelar itu menjadi yang kelima secara beruntun bagi The Bhoys setelah menjalani musim luar biasa.
Hearts sebenarnya tinggal selangkah lagi mencatat sejarah sebagai tim non-Old Firm pertama yang menjuarai liga utama Scotlandia dalam empat dekade terakhir. Mereka bahkan hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci gelar.
Harapan itu sempat terbuka lebar saat Lawrence Shankland mencetak gol pembuka yang membawa Hearts unggul.
Hingga laga memasuki menit-menit akhir, mereka masih berada di jalur juara.
Namun, mimpi tersebut runtuh hanya dalam hitungan menit.
Celtic lebih dulu menyamakan kedudukan lewat penalti Arne Engels. Drama kemudian terjadi pada menit ke-87 saat Daizen Maeda mencetak gol kedua Celtic.
Gol tersebut sempat dianulir sebelum akhirnya disahkan VAR setelah tinjauan ulang. Keputusan itu langsung membungkam harapan Hearts.
Pada masa injury time, Callum Osmand memperbesar keunggulan menjadi 3-1 setelah lolos dari kawalan lini belakang Hearts. Gol itu memicu invasi lapangan dari sebagian suporter Celtic yang merayakan keberhasilan timnya.
Melansir BBC, tambahan trofi tersebut membuat Celtic kini melampaui total gelar Rangers. Celtic mengoleksi 56 gelar liga, terbanyak dalam sejarah sepak bola Scotlandia.(maq)









