edisiana.com – Manchester City kembali menunjukkan dominasinya di sepak bola Inggris. The Citizens sukses meraih gelar Piala FA ketujuh setelah menundukkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada final di Wembley, Minggu malam.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi trofi ke-20 bagi pelatih Pep Guardiola sejak menangani Manchester City.
Catatan itu semakin menegaskan era kejayaan City di bawah tangan dingin juru taktik asal Spanyol tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Manchester City dan Chelsea sama-sama tampil agresif dengan saling menekan di lini tengah.
Atmosfer tegang terasa di tribun Wembley karena kedua tim terus mencoba membuka keunggulan.
Namun, rapatnya pertahanan membuat tidak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama. Sejumlah peluang yang didapat kedua tim juga belum mampu dikonversi menjadi gol.
Kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua. Berawal dari umpan matang Erling Haaland ke dalam kotak penalti, bola kemudian dibelokkan Antoine Semenyo ke pojok kanan gawang Chelsea.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam laga final. Padahal, Manchester City maupun Chelsea sama-sama memiliki beberapa peluang emas untuk menambah skor.
Bagi Chelsea, hasil ini memperpanjang catatan buruk mereka di ajang domestik.
Melansir BBC menyebutkan The Blues kini menelan empat kekalahan beruntun di final Piala FA dan tujuh kekalahan final domestik secara beruntun sejak terakhir kali menjuarai Piala FA bersama Antonio Conte.
Rekor itu menjadi yang terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris. Situasi Chelsea pun semakin sulit karena mereka juga terancam gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan menyusul posisi mereka yang masih tertahan di peringkat kesembilan Liga Premier.(maq)








