edisiana.com – Harry Kane mengakui pada jendela transfer lalu ada sejumlah klub yang mendakatinya. Di antara Manchester United. Tapi mantan striker lebih memilih Bayern Munich.
Kane meninggalkan Tottenham dengan harga £100 juta ($124 juta) dan akan menghadapi Manchester United di Liga Champions di Allianz Arena pada Kamis dinihari nanti.
Memang pada musim transfer MU senter dikaitkan dengan Kane. Tapi United tidak pernah mencapai penawaran untuk kapten Inggris tersebut – meskipun ada minat dari manajer Erik ten Hag. Mereka malah mengontrak striker Denmark Rasmus Højlund.
“Jelas selama musim panas saya tahu ada beberapa pembicaraan antara beberapa klub di belakang, tapi Bayern adalah tim yang sangat saya minati. Jadi tidak banyak diskusi lainnya,” kata Kane seperti dilansir ESPN pada Rabu ini.
“Saat mereka datang, yang menjadi pembicaraan adalah antara mereka dan Tottenham, dan kesepakatan telah selesai. Fokus saya ada di sini, jelas Manchester United adalah klub hebat, klub yang sangat besar juga, namun saya memutuskan untuk datang ke sini dan saya sangat senang memilikinya,” imbuh dia menegaskan.
Kane ingin bermain melawan teman dan rekan setimnya di Inggris Harry Maguire. Namun bek tersebut harus absen pada pertandingan mendatang karena cedera.
Maguire mendapat sorotan lebih lanjut menyusul gol bunuh dirinya untuk Inggris melawan Skotlandia selama jeda internasional. “Saya pernah menghadapi teman atau rekan satu tim Inggris sebelumnya,” ucap Kane.
United menuju pertandingan di Munich dengan catatan tiga kekalahan dalam empat pertandingan terakhir mereka. Yakni kalah 3-1 dari Brighton pada hari Sabtu menjadikannya awal terburuk mereka di musim Liga Premier.
Bos Bayern Thomas Tuchel mengatakan dia merasa kasihan atas tekanan yang diberikan pada bos United Ten Hag.
“Saya merasa bersama Manchester United selalu ada banyak keributan, banyak pakar adalah mantan pemain Manchester United dan Anda memiliki warisan dari Sir Alex Ferguson yang menciptakan banyak tekanan, banyak ekspektasi di sekitar Manchester United,” kata Tuchel.
“Ini memberi tahu bahwa Anda bekerja di klub besar, ekspektasi besar, kesuksesan besar. Kami semua di sini di Bayern dan rekan saya di Manchester United ingin mencapai hal yang sama,” tuturnya.
“Saya tidak akan mengatakan [penampilan buruk United] merupakan sebuah keuntungan bagi kami. Sudah biasa bahwa hal-hal kecil menjadi lebih besar dibandingkan di klub lain. Saya pikir, saya hanya bisa berasumsi bahwa mereka melatih sebuah lingkungan di mana para pemain tumbuh dan mencapai level tertinggi mereka,” sambungnya.(maq)
Bos Bayern Kasihan Sama Manchester United











