edisiana.com – Arsenal membalaskan sakit hati Manchester City. Dengan menyingkirkan Madrid dari Liga Champions setelah kemenangan 2-1 di Stadion Bernabéu. Hasilnya Raja Champions keok dengan agregat 5-1.
Madrid butuh menang besar di Barnebeu pada Kamis dinihari tadi. Minimal 4-0. Makanya Los Blancos harus bermain spektakuler.
Mereka pun langsung mendominasi permainan sejak menit pertama. Kylian Mbappé menguasai bola di gawang Arsenal tetapi offside saat menerima umpan silang Vinícius dengan dadanya.
Arsenal tidak ingin hanya berdiam diri dan mempertahankan keunggulan mereka. Mereka pun mencoba keluar dari tekanan
Saka memaksa Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Mereka mendapat kesempatan untuk mengakhiri laga. Saat Raúl Asencio menjatuhkan Mikel Merino dari tendangan sudut.
Wasit François Letexier menghadiahkan penalti setelah memeriksa monitor VAR di pinggir lapangan.
Saka memilih tendangan penalti cungkil gaya Panenka, dan kiper Real Thibaut Courtois menepis bola.
Tuan rumah mendapat momen yang sangat penting. Wasit Letexier menunjuk titik penalti setelah Mbappé terjatuh karena kontak minimal dengan Rice. Dan seakan Arsenal tampak berubah menjadi lebih buruk.
Namun, setelah lima menit yang melelahkan, Letexier kembali diundang oleh VAR untuk melihat monitor. Di tengah sorak sorai pendukung tuan rumah, ia membatalkan keputusan awalnya.
Terlepas dari ketakutan itu, Arsenal dapat dengan mudah mengatasi lini depan Real Madrid yang terkenal, tidak memberikan ancaman begitu dahsyat.
Mbappé nyaris tak mendapat peluang karena Arsenal menunjukkan kontrol yang hebat. Malahan Saka menebus kegagalannya di babak pertama dengan penyelesaian klinis setelah mendapat umpan bebas.
William Saliba memberi Madrid peluang ketika ia menguasai bola di tepi areanya. Dan membuat Vinícius mencetak gol, tetapi tidak pernah ada rasa panik di barisan tim tamu.
Martinelli kemudian menjadi penentu kemenangan di waktu tambahan, membuat para penggemar Arsenal bersorak kegirangan.(maq)
