edisiana.com – Pertemuan perempat final Liga Champions bulan depan, akan menjadi ajang balas dendam Real Madrid terhadap Manchester City. Dan diprediksi perang lini tengah. Jika The Sky Blue punya mesin gol Erling Haaland, sayang Los Blancos tidak ada striker andal.
Manchester City versus Madrid merupakan laga ulang semifinal musim lalu. The Citizen maju ke babak final dan keluar sebagai juara setelah menundukkan Inter Milan.
Tapi perlu diingat, Real Madrid, merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Champions. Menyabet 15 gelar. Dan akan menjadi duel yang tunggu-tunggu semua orang, selain kedua tim itu sendiri.
City asuhan Pep Guardiola tetap difavoritkan untuk memenangkan kompetisi ini untuk tahun kedua berturut-turut. Tapi Los Blancos bisa dibilang sebagai penantang terkuat mereka.
Yang artinya pertandingan ini memiliki banyak bahaya bagi kedua klub. Keinginan Real untuk membalas dendam setelah kekalahan agregat 5-1 di semifinal musim lalu adalah elemen lain dari pertandingan ini.
Prediksi dari City dan Real dalam dua pertemuan musim terakhir kaya akan pengalaman untuk pertandingan nanti. Dan pemenang dari pertemuan tersebut akan memenangkan kompetisi ini.
Dari silsilah kedua tim dan para pelatih, dengan Guardiola meraih tiga gelar dan Carlo Ancelotti empat. Memiliki tujuh pertemuan.
Hal ini menjadi mempertemukan dua pelatih terbaik. Yang menarik, memberi kita Jude Bellingham versus Erling Haaland dan nama-nama hebat lainnya termasuk Kevin De Bruyne, Toni Kroos, Rodri dan Vinicius Jr.
Dan akan menjadi final impian, namun pada akhirnya, salah satu tim terbaik dalam kompetisi akan keluar pada tahap perempat final.
Jude Bellingham bisa dibilang menjadikan dirinya sebagai gelandang terbaik dunia di Real musim ini. Dengan cara yang sama, tidak ada gelandang bertahan yang bisa menandingi Rodri saat ini.
Pemenang pertandingan ini tergantung pada siapa yang unggul dalam hal itu. Ini bukan head-to-head langsung, tapi soal pemain mana yang mampu mengatur tempo. Apakah Bellingham dari Real atau Rodri dari City?
Baik Real Madrid mau pun City punya pengalaman musim lalu. Tim asuhan Ancelotti dikalahkan oleh City 4-1 pada leg kedua di semifinal. Dan mereka kini punya jawaban atas kekuatan lini tengah asuhan Pep Guardiola.
Jika Real ingin membalas kekalahan kali ini, mereka harus memenangkan pertarungan di lini tengah. Madrid tentu mendapat keuntungan dengan memiliki Bellingham di skuad mereka sekarang.
Lini tengah lainya, Eduardo Camavinga dan Aurélien Tchouaméni satu tahun lebih tua dan lebih bijaksana, ditambah pengalaman Kroos.
Ada begitu banyak kualitas serangan di kedua tim. Tapi Real harus mengalahkan City di lini tengah sebelum mengandalkan penyerang untuk memastikan kemenangan.
Meskipun musimnya luar biasa tahun lalu, Erling Haaland tidak mencetak gol dalam dua pertandingan melawan Madrid di semifinal.
Sekarang Pep Guardiola ingin timnya memiliki rencana permainan yang berbeda untuk mengalahkan raksasa Spanyol tersebut. Mereka membutuhkan Haaland untuk menjadi penembak jitu kali ini.
Jika Haaland bisa memanfaatkan 2-3 peluang yang diciptakan rekan satu timnya, itu bisa jadi terlalu besar bagi Real. Tekanan akan ada pada dirinya untuk meningkatkan performanya dari musim lalu.
Sekarang City tidak sekuat musim lalu, tetapi mereka memiliki pencetak gol di Haaland. Sementara Real benar-benar belum punya pengganti Karim Benzema. Dalam persaingan dengan margin yang bagus, itulah yang akan diperhitungkan.(maq)
Manchester City Versus Madrid, Final Paling Impian
