Bola  

Mimpi Mocclesfield di Tangan Brentford

Pemain Mocclesfield gagal manfaatikan peluangnya saat menjamu Brentford. Foto: via BBC

edisiana.com – Mimpi indah Macclesfield di Piala FA harus berakhir dengan cara yang begitu menyakitkan. Bermain di hadapan pendukungnya di Moss Rose, tim berjuluk The Silkmen itu dipaksa mengakui keunggulan Brentford pada laga putaran keempat.

Macclesfield, yang saat ini berlaga di divisi keenam, sebelumnya mencuri perhatian publik sepak bola Inggris setelah secara sensasional menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace di babak ketiga.

Kejutan tersebut membuat mereka kembali difavoritkan sebagai kuda hitam.

Menghadapi Brentford yang kini duduk di peringkat ketujuh Liga Primer, Macclesfield kembali menunjukkan semangat tanpa rasa gentar.

Perbedaan 116 tingkat dalam piramida sepak bola Inggris seolah tak terlihat di atas lapangan.

Mereka tampil disiplin, penuh energi, bahkan beberapa kali lebih berbahaya di babak pertama saat Brentford bermain kurang rapi.

Manajer Brentford, Keith Andrews, melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemainnya dan bahkan tidak membawa sejumlah andalan, termasuk Igor Thiago.

Namun, kedalaman skuad dan pengalaman di level tertinggi tetap memberi keuntungan bagi tim tamu.

Pertandingan berjalan ketat hingga 20 menit terakhir. Saat laga tampak menuju perpanjangan waktu, momen yang tak diharapkan justru terjadi. Bek Macclesfield,

Sam Heathcote, tanpa sengaja menyundul bola ke gawang sendiri setelah mencoba menghalau umpan silang Aaron Hickey. Gol bunuh diri itu menjadi penentu sekaligus pukulan telak bagi tuan rumah.

Kekalahan ini terasa begitu pahit bagi Macclesfield—tim yang banyak dihuni pemain semi-profesional, termasuk seorang guru olahraga—yang telah berjuang habis-habisan dan nyaris memaksakan kejutan lain.

Namun pada akhirnya, kelelahan dan sekelumit nasib buruk menjadi pembeda.

Menukil BBC, Brentford pun memastikan langkah ke babak kelima, di mana mereka akan bertandang ke markas West Ham United untuk melanjutkan perjalanan mereka di Piala FA.

Bagi Macclesfield, meski perjalanan mereka terhenti, kisah heroik musim ini akan tetap dikenang sebagai salah satu cerita paling menyentuh di kompetisi tertua sepak bola dunia.(maq)

Exit mobile version