edisiana.com – Roma menolak menyerah. Serigala Ibu Kota bangkit dari keterpurukan, memutus rentetan kekalahan, dan sekaligus mematahkan mimpi indah Como 1907.
Kemenangan tipis 1-0 pada laga Senin malam (Selasa dini hari WIB) bukan sekadar tiga poin—ini adalah pernyataan perang dalam perburuan gelar.
Satu momen menentukan cukup. Matías Soulé mengirimkan sentuhan magis, Wesley Franca mengeksekusinya dengan dingin. Gol pemain Brasil itu menghidupkan kembali api di Olimpico dan mengembalikan Roma ke jalur juara.
Kini Giallorossi kembali berdiri tegak. Jarak dengan pemuncak klasemen tinggal tiga poin. Roma hidup. Roma percaya.
Bagi Como asuhan Cesc Fàbregas, malam itu terasa pahit. Setelah ditundukkan Inter, kini Roma datang untuk menghentikan laju mereka.
Dua kekalahan beruntun yang meruntuhkan harapan besar pendatang baru Serie A tersebut.
Namun Como tidak jatuh tanpa perlawanan. Maxence Caqueret nyaris membuka keunggulan lewat sisi Assane Diao, tetapi tembok Roma masih kokoh.
Roma membalas. Bryan Cristante membuka ruang, Soulé melepas tembakan dari luar kotak penalti—masih bisa diredam pertahanan Como.
Peluang emas datang untuk Roma melalui Evan Ferguson. Sayang, penyerang pinjaman dari Brighton itu gagal menaklukkan Jean Butez, yang tampil heroik di bawah mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-60. Soulé mengirim umpan tajam, Wesley menyambarnya, dan bola bersarang di sudut kiri bawah. Gol yang mengubah segalanya.
Roma hampir menggandakan keunggulan lewat Leon Bailey, tetapi lagi-lagi Butez tampil gemilang, menjaga Como tetap bernapas hingga peluit akhir.
Namun hasil akhir tak berubah.
Roma menang. Como terhenti. Scudetto kembali menggoda. Serigala telah bangun. Dan Serie A kembali bergetar. (maq)










