Wales Menang Tanpa Gemerlap di Vaduz: Tiga Poin yang Disambut Lega

Pemain Wales memberikan kemenangan untuk timnas untuk menjaga babak play off. Foto: via BBC

edisiana.com – Wales memang meraih kemenangan, tapi jauh dari kata meyakinkan. Di Stadion Rheinpark, Minggu dini hari, pasukan Craig Bellamy bekerja keras sebelum akhirnya menekuk Liechtenstein dengan skor tipis 0-1. Hasil ini menjaga napas mereka dalam perebutan posisi kedua Grup J kualifikasi Piala Dunia.

Laga berjalan ketat sejak menit awal. Nathan Broadhead sempat membuat para pendukung Wales bersorak, namun golnya dianulir karena offside. Babak pertama pun berakhir tanpa gol dan tanpa banyak hal yang bisa dirayakan.

Selepas jeda, momen frustrasi kembali menghampiri Wales. Daniel James melepas tendangan voli keras, hanya untuk melihat bola membentur tiang gawang. Sorakan 3.000 fans Wales yang memadati tiga tribun stadion sempat berubah menjadi erangan kecewa.

Namun dominasi penguasaan bola akhirnya membuahkan hasil. Sebuah rangkaian serangan rapi melibatkan Neco Williams dan Daniel James, sebelum Jordan James menyambar dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Gol yang akhirnya memecahkan kebuntuan sekaligus memecahkan ketegangan.

Setidaknya para pendukung Wales yang melakukan perjalanan panjang ke Vaduz mendapatkan sesuatu untuk dibawa pulang: kemenangan dan harapan.

Kini, Wales harus mengalahkan Makedonia Utara di Cardiff pada hari Selasa untuk memastikan finis sebagai runner-up di belakang Belgia.

Bahkan menukil BBC, jika gagal menang, Wales tetap memiliki jalur play-off berkat performa mereka di Nations League—namun berarti mereka harus bertandang pada semifinal satu leg.

Tidak indah, tidak gemilang. Tetapi untuk Wales, tiga poin ini bisa menjadi perbedaan antara tekanan dan peluang menuju Piala Dunia.(maq)

Exit mobile version