edisiana.com – Kosovo tampil seperti tim yang tahu persis apa yang mereka incar: kemenangan, kontrol, dan tiket ke babak play-off menuju Piala Dunia 2026. Di Stadion Stozice, Ljubljana, mereka menaklukkan Slovenia 0-2 dalam laga yang memperlihatkan kedewasaan dan karakter besar dari skuad Vedat Muriqi.
Tim tamu membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos langsung—sebuah mimpi besar yang belum pernah mereka capai. Dan sejak menit-menit awal, Kosovo bermain seperti tim yang tidak ingin menunggu takdir.
Baru tujuh menit laga berjalan, lahirlah mahakarya. Fisnik Asllani, penyerang Hoffenheim, melakukan aksi individu brilian setelah menerima umpan dari Mergim Vojvoda. Gerakannya halus, eksekusinya kejam—gol indah yang langsung membungkam publik Ljubljana.
Slovenia mencoba mencari ritme, tetapi harapan mereka runtuh di awal babak kedua. Masuk sebagai pemain pengganti, Petar Stojanovic justru menjadi bencana bagi tuan rumah: kartu kuning pertama menit 47, kartu kuning kedua menit 53—dua pelanggaran, tujuh menit bermain, satu kartu merah. Slovenia habis sebelum sempat bereaksi.
Kosovo, yang sudah mendominasi, semakin nyaman. Mereka melanjutkannya dengan gol kedua—sebuah momen sial untuk tuan rumah. Zan Karnicnik mencoba menghalangi umpan silang panjang dari Florent Muslija, tetapi justru mengangkat bola menjauh dari jangkauan Jan Oblak. Gol bunuh diri yang melengkapi malam sempurna Kosovo.
Dengan kemenangan ini, Kosovo naik ke peringkat kedua, hanya terpaut tiga poin dari Swiss. Menukil MD, final grup pada Selasa melawan Swiss kini jadi laga hidup-mati.
Kosovo telah membuktikan bahwa mereka datang untuk bertarung—dan mereka belum ingin berhenti.(maq)








