edisiana.com – Brasil asuhan Carlo Ancelotti menaklukkan Senegal 2-0 di Stadion Emirates, London. Gol dari Estevão, bocah ajaib Chelsea, dan Casemiro memastikan kemenangan nyaman. Namun kemenangan itu terasa pahit: Gabriel Magalhães, pilar pertahanan Brasil dan Arsenal, tumbang karena cedera serius.
Bek Arsenal itu terlihat langsung memegangi paha kanannya sebelum akhirnya ditarik keluar sebelum laga menyentuh satu jam. Raut wajahnya mengatakan segalanya—ini bukan sekadar kram biasa.
Medical team memberi perawatan panjang, lalu Ancelotti tak punya pilihan selain menggantinya.
Dan kini Brasil pun cemas, Arsenal lebih cemas lagi.
Gabriel adalah tembok utama dalam perjalanan The Gunners memuncaki klasemen Premier League, hanya kebobolan lima gol dari 11 laga. Cedera pada momen seperti ini terasa seperti pukulan telak.
Apalagi di depan mata sudah menanti Derby London Utara melawan Tottenham (23 November) dan duel berat vs Bayern Munich di Liga Champions hanya beberapa hari setelahnya.
Ancelotti, dalam nada penuh kekhawatiran.
“Buruk? Tidak tahu. Dia mengalami cedera pada otot adduktornya. Staf medis akan memeriksanya besok. Kami kecewa, sungguh menyesal. Ketika seorang pemain cedera, kami hanya berharap ia pulih secepatnya,” kata Ancelotti dinukil dari BBC pada hari ini.
Brasil sendiri tampil meyakinkan: Estevão mencetak gol dengan kepercayaan diri bak pemain berpengalaman, sementara Casemiro menyelesaikan laga dengan kepastian seorang pemimpin. Namun sorotan malam itu tak bisa lepas dari cedera Gabriel.
Selecão akan melanjutkan jeda internasional melawan Tunisia di Lille pada Selasa, tetapi bayang-bayang cedera bek Arsenal itu kini menjadi headline utama.
Brasil menang, tetapi dengan harga yang mungkin sangat mahal.(maq)
