Wembley, Panggung Kenangan Guardiola: City dan Chelsea Berebut Mahkota Piala FA

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Malam ini, semua mata akan tertuju ke Wembley Stadium. Di stadion paling ikonik Inggris itu, Manchester City akan menantang Chelsea FC dalam partai final Piala FA yang digelar pukul 21.00 WIB.

Namun bagi Pep Guardiola, Wembley bukan sekadar venue final. Stadion tersebut adalah bagian dari perjalanan emosional dan sejarah besarnya di dunia sepak bola.

Sejak mengambil alih City pada 2016, Guardiola telah mengoleksi tujuh trofi domestik di Wembley.

Sebuah dominasi yang menjadikan stadion itu hampir seperti “rumah kedua” bagi sang manajer Catalan.

Kenangan Guardiola dengan Wembley bahkan dimulai jauh sebelum era City. Pada 1992, ia merasakan malam paling bersejarah bersama FC Barcelona ketika menjuarai Piala Eropa di Wembley lama.

Hampir dua dekade kemudian, ia kembali ke Wembley yang telah direnovasi dan membawa Barcelona menjuarai Liga Champions 2011 usai menaklukkan Manchester United.

“Saya sudah sering sekali ke sana, setidaknya di ruang tunggu atau di sebuah ruangan VIP atau semacamnya. Mungkin saya harus pergi 24 kali lagi,” ujar Guardiola dikutip dari BBC sambil bercanda.

Pelatih berusia 55 tahun itu juga menegaskan bahwa Wembley selalu menghadirkan perasaan spesial baginya.

“Ini adalah tempat yang istimewa, bersama Barcelona pada tahun 1992 dan setelahnya melawan United bersama Barcelona,” kata Pep.

“Dan sejak itu berkali-kali dengan semifinal dan final. Sangat menyenangkan bisa kembali ke Wembley. Luar biasa,” tutupnya.

Kini, Guardiola kembali datang dengan satu misi: membawa Manchester City menutup musim dengan trofi tambahan dan sekali lagi menjadikan Wembley sebagai saksi kejayaan timnya.(maq)

Exit mobile version