Everton Dihujani Gol oleh Chelsea

Palmer selebrasi dengan rekan satu tim setelah menciptakan empat gol. Foto: via ESPN

edisiana.com – Everton dihujani gol di Stamford Bridge pada dinihari tadi. Mantan pemain Manchester City, Cole Palmer mencetak empat gol dari enam gol Chelsea.

Everton sebenarnya mempunyai peluang bagus pertama. Tapi tendangan Beto melambung dari jarak dekat pada menit ke-10.

Sejak saat itu keadaan menurun. Palmer membuat segalanya bergerak setelah 13 menit pertandingan berjalan. Dia melakukan nutmeg terhadap Jarrad Branthwaite.

Lalu memainkan umpan satu-dua dengan Jackson dan langsung melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Tanpa dijangkau Jordan Pickford.

Lima menit kemudian umpan-umpan yang lebih rumit, meskipun diiringi pertahanan Everton yang tentatif. Dan menjadi penentu gol kedua ketika Pickford menangkis tembakan Jackson langsung ke Palmer yang menyundulkannya ke gawang yang kosong.

Pickford juga memberi Palmer gol ketiganya. Tapi situasinya benar-benar berbeda. Sang gelandang melakukan intersep terhadap umpan buruk dari jarak 30 meter. Dan, dengan kaki kanannya yang lebih lemah. Dengan cemerlang mencungkil bola dan kiper Everton pun tak bisa mengejarnya.

Hujan gol pun belum berhenti. Jackson membuat skor menjadi 4-0 sebelum turun minum. Ia menerima umpan silang Marc Cucurella dan berputar dengan rapi untuk melepaskan tembakan rendah tepat di dalam tiang gawang.

Lalu gol keempat Palmer datang dari titik penalti setelah Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak. Sempat terjadi rebutan untuk menendang penalti antara Jackson dan Noni Madueke.

Kapten Gallagher akhirnya memberikan bola kepada pemain reguler Palmer, yang mencetak gol pada menit ke-64. Setelah itu pemain pengganti muda Gilchrist mencetak gol keenam di menit terakhir. Itu merupakan gol pertamanya untuk klub London barat.

Chelsea tetap berada di peringkat kesembilan dengan 47 poin. Sementara Everton duduk di urutan ke-16 dengan 27 poin, dua tingkat dan dua poin di atas zona degradasi.

Pelatih Everton, Sean Dyche mengeluhkan kondisi lapangan Chelsea yang tidak bagus. Hingga timnya tidak bisa tampil maksimal di Stadion Stamford Bridge.

“Lapangan yang sulit, tekel yang sederhana, prinsip-prinsip dasar – semuanya sudah tidak ada lagi dan itu adalah pengingat besar akan keberadaan kami,” kata Sean Dyche dikutip dari ESPN.(maq)

Exit mobile version