edisiana.com – Karier Robin van Persie sebagai manajer Feyenoord berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Klub raksasa Belanda itu resmi mengakhiri kerja sama dengan mantan striker Manchester United tersebut setelah menjalani musim yang dinilai belum memenuhi target klub.
Meski berhasil membawa Feyenoord finis di posisi kedua klasemen akhir Liga Belanda dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, capaian itu belum cukup untuk mempertahankan posisinya. Sebab, Feyenoord menutup musim dengan selisih 19 poin dari juara PSV Eindhoven.
Keputusan pemecatan Van Persie diumumkan hanya dua pekan setelah Feyenoord menunjuk Devy Rigaux sebagai direktur teknik dan Robert Eenhoorn sebagai manajer umum.
Rigaux mengakui Van Persie tetap layak mendapatkan apresiasi atas hasil yang diraih pada musim yang tidak mudah.
“Dia tentu pantas mendapatkan pujian karena mengakhiri musim yang sulit dengan finis di posisi kedua. Ini mengamankan tiket ke Liga Champions, yang tentu saja sangat penting,” ujar Rigaux dinukil dari BBC pada hari ini.
Namun, menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah klub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim sepanjang musim.
“Keputusan ini didasarkan pada analisis internal klub, termasuk perkembangan gaya permainan dan tren penurunan total poin yang kami peroleh,” katanya.
Dari hasil evaluasi tersebut, manajemen Feyenoord menilai pergantian pelatih menjadi langkah terbaik untuk menyongsong musim baru.
“Kesimpulannya adalah lebih baik memulai musim berikutnya dengan pelatih kepala baru,” tambah Rigaux.
Van Persie memiliki hubungan yang sangat erat dengan Feyenoord. Pria berdarah Indonesia itu dua kali memperkuat klub asal Rotterdam tersebut, yakni pada awal dan penghujung karier profesionalnya. Selama membela Feyenoord, ia mencetak 46 gol dalam 122 penampilan.
Setelah gantung sepatu, Van Persie memulai karier kepelatihannya di Feyenoord. Ia sempat menjadi asisten pelatih di bawah Dick Advocaat dan menangani sejumlah kelompok usia muda klub.
Pada Mei 2024, Van Persie meninggalkan Feyenoord untuk menerima tawaran sebagai pelatih kepala Heerenveen. Namun, hanya sembilan bulan kemudian, ia kembali ke Rotterdam untuk menangani tim utama Feyenoord.
Sayangnya, periode keduanya bersama klub tidak berlangsung lama. Setelah hanya semusim memimpin tim dan gagal mendekatkan Feyenoord ke persaingan gelar juara, Van Persie kini harus angkat kaki dari De Kuip.(maq)
