edisiana.com – Bayern Munich nyaris tergelincir. Nyaris dipermalukan. Namun ketika waktu menipis dan bahaya mengintai, satu nama kembali muncul sebagai juru selamat: Harry Kane.
Gol penalti di menit-menit akhir memastikan hasil imbang 2-2 melawan Mainz dan menyelamatkan sang raksasa dari kekalahan memalukan.
Pada laga Senin dini hari itu di Allianz Arena, Bayern unggul lebih dulu. Menit ke-29, pemain muda Lennart Karl membuka skor dengan penyelesaian jarak dekat.
Reaksi Mainz datang, meski tak meyakinkan. Sesaat sebelum jeda, Kacper Potulski menyundul bola hasil tendangan bebas William Boving. Gol penyama kedudukan yang terasa tak terduga bagi tim tamu—dan sedikit melegakan bagi Bayern.
Namun mimpi buruk kembali hadir di menit ke-67. Stefan Bell mengirim umpan brilian, disambut sundulan indah Jae-sung Lee yang mengarah ke sudut bawah gawang. Manuel Neuer tak berkutik. Mainz kembali unggul. Sensasi besar di depan mata.
Dan di situlah Kane menulis takdirnya. Tiga menit jelang waktu normal berakhir, sang kapten Inggris dijatuhkan Potulski di dalam kotak penalti.
Tanpa ragu. Tanpa drama. Kane maju dan mengeksekusi dengan dingin. Gol. Skor 2-2. Bayern selamat.
Harry Kane kini berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol Bundesliga dengan 18 gol, dan penalti tersebut menjadi gol ke-80-nya di divisi ini. Angka-angka seorang algojo.
Meski hanya imbang, Bayern tetap kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan sembilan poin. Sementara Mainz?
Menukil BBC, Mainz tetap terdampar di dasar Bundesliga. Tapi satu malam ini, mereka memaksa Bayern berkeringat—dan membutuhkan Kane untuk bertahan hidup.(maq)
