edisiana.com – Liverpool tampil menggila saat menghadapi LASK Linz dalam lanjutan Liga Champions. The Reds sukses membungkam wakil Austria itu dengan skor 6-3 pada Rabu malam. Bradley Barcola mencetak hattrick.
Barcola membuka rekening golnya bersama Liverpool saat menghadapi LASK Linz yang menjalani debut di panggung elite Eropa. Penyerang yang sebelumnya memperkuat Paris Saint-Germain (PSG) itu tampil tajam dan mampu memaksimalkan peluang yang didapat.
Gol pertama Liverpool lahir pada pertengahan babak pertama. Bek pinjaman Barcelona, Ronald Araújo, memecah kebuntuan lewat sundulan keras yang gagal diantisipasi barisan pertahanan tuan rumah.
Tak butuh waktu lama bagi Liverpool untuk menggandakan keunggulan. Hanya berselang 95 detik, Barcola ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Kepercayaan dirinya semakin meningkat setelah kembali menjebol gawang LASK Linz sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Liverpool tak mengendurkan tekanan. Bek kanan Jeremie Frimpong turut menyumbang gol lewat sundulan dari jarak sekitar 12 yard.
Gol tersebut semakin memperlebar jarak sekaligus membuat tuan rumah berada dalam tekanan.
Pesta gol Liverpool berlanjut melalui Lewis Koumas. Tampil sebagai starter untuk kali pertama di Liga Champions, Koumas menunjukkan ketenangannya dengan melepaskan tembakan akurat yang berujung gol.
LASK Linz sempat memberikan perlawanan melalui Robert Ljubicic yang berhasil memperkecil ketertinggalan. Namun, gol tersebut tak cukup untuk membendung dominasi Liverpool.
Koumas kembali mencatatkan gol dalam rangkaian pesta gol The Reds, sekaligus membawa Liverpool unggul jauh dengan skor 6-1. LASK Linz baru mampu memperbaiki keadaan pada menit-menit akhir melalui Florian Flecker yang mencetak dua gol.
Meski kebobolan dua gol di penghujung laga, Liverpool tetap menutup pertandingan dengan kemenangan 6-3.
Menukil ESPN, hasil tersebut menjadi bukti ketajaman lini serang The Reds, dengan Barcola menjadi pemain paling menonjol berkat torehan tiga golnya.
Bagi LASK Linz, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi kerasnya persaingan di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.(maq)
