Bek Timnas Indonesia Belum Mampu Membantu
edisiana.com – Borussia Mönchengladbach harus menelan kekalahan telak di hadapan pendukungnya sendiri setelah dibantai 0-4 oleh Werder Bremen pada pekan ketiga Bundesliga 2025/26. Hasil ini menandai awal musim terburuk klub dalam 34 tahun terakhir.
Bermain di kandang sendiri, Gladbach tampil di bawah tekanan sejak awal laga. Baru memasuki menit ke-15, gawang mereka sudah kebobolan.
Pemain Bremen, Mbangula, berhasil membuka keunggulan tim tamu setelah menerima umpan dari Sugawara di dalam kotak penalti. Tendangannya sempat membentur mistar, namun bola tetap meluncur ke dalam gawang.
Tak butuh waktu lama bagi Bremen untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-22, giliran Jens Stage yang mencatatkan namanya di papan skor.
Mbangula kembali berperan, kali ini sebagai pemberi assist setelah mengacak-acak pertahanan Gladbach yang terlihat rapuh. Stage dengan mudah menyelesaikan peluang dari jarak dekat. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.
Mönchengladbach mencoba bangkit di babak kedua, namun lini serang mereka tetap tumpul. Hingga pekan ketiga ini, mereka belum mencetak satu gol pun di Bundesliga — sesuatu yang terakhir kali terjadi pada musim 1991.
Penderitaan tuan rumah bertambah saat laga memasuki menit ke-73. Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti, dan Schmid yang menjadi algojo sukses mengeksekusi penalti tersebut dengan tenang, mengubah skor menjadi 0-3.
Menjelang waktu normal berakhir, Bremen menambah luka Gladbach lewat gol Justin Njinmah. Skor telak 0-4 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan kekalahan ini, Borussia Mönchengladbach hanya meraih satu poin dari tiga laga awal musim — catatan terburuk mereka sejak musim 1991/92. Selain itu, ini juga menjadi musim terburuk klub dalam 34 tahun terakhir di Bundesliga, menurut Mundo Deportivo.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena bek timnas Indonesia, Kevin Diks, yang baru bergabung musim ini, belum mampu membantu memperkuat lini belakang Gladbach yang sudah kebobolan tujuh gol dalam tiga laga.(maq)
