edisiana.com – Bayer Leverkusen kembali menunjukkan tajinya di Bundesliga. Bermain penuh determinasi pada Sabtu malam waktu setempat, pasukan Xabi Alonso melumat FC St. Pauli dengan skor telak 4-0.
Sebuah pernyataan tegas dari Die Werkself bahwa mereka belum kehabisan ambisi.
Sejak peluit awal, Leverkusen tampil agresif, menekan tinggi dan memaksa tim tamu bertahan dalam blok rendah.
Atmosfer stadion terasa panas, dan gol pembuka pun lahir dari skema bola mati yang dieksekusi sempurna.
Gol pertama datang ketika Jarell Quansah menanduk bola dari jarak sangat dekat ke tengah gawang. Sundulan itu berawal dari sepak pojok cerdik Ernest Poku yang mengirim bola akurat ke jantung pertahanan.
Tanpa ampun, Quansah menyelesaikannya. 1-0, dan laga praktis berada dalam kendali tuan rumah.
Leverkusen tak mengendur. Tekanan beruntun memaksa pertahanan Pauli bekerja keras.
Patrik Schick hampir menggandakan keunggulan lewat sepakan dari tengah kotak penalti, tetapi refleks gemilang kiper Nikola Vasilj menjaga harapan tim tamu tetap hidup—meski hanya sesaat.
Semenit berselang, tak ada lagi yang bisa menghentikan Schick. Serangan balik cepat dimulai dari transisi kilat lini tengah. Bola melebar ke sisi kanan sebelum Lucas Vázquez mengirim umpan silang presisi. Schick menyambarnya dan mengarahkan bola ke sudut kiri bawah. Gol klinis. 2-0.
Memasuki babak kedua, dominasi Leverkusen tak memudar. Tujuh menit setelah restart, Edmond Tapsoba mencatatkan namanya di papan skor.
Bek tangguh itu memanfaatkan situasi di kotak penalti dan memastikan keunggulan makin menjauh.
Pesta gol ditutup oleh Ernest Poku. Pemain muda itu menegaskan performa impresifnya dengan sepakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut kanan bawah. Gol indah, gol yang layak menjadi penutup malam sempurna.
Leverkusen tampil bukan sekadar untuk menang—mereka tampil untuk mengirim pesan. Bundesliga kembali memiliki penguasa yang lapar dan tanpa kompromi.(maq)
