edisiana.com – Prancis akan menjamu Israel di Stade de France, pada Jumat dinihari, 15 November, pukul 02.45 WIB. Sayang pertandingan Nations League ini tanpa kaptennya Kylian Mbappe.
Dikabarkan performa Mbappé menurun dalam beberapa minggu terakhir setelah ia bergabung dengan Madrid dari PSG musim panas ini.
Perjuangannya untuk beradaptasi dengan gaya bermain klub barunya bertepatan dengan masa sulit klub Spanyol tersebut.
Dan Mbappé belum menambah 48 golnya untuk Prancis sejak Juni.
Deschamps minggu lalu tidak menjelaskan tentang pilihannya untuk bermain tanpa Mbappé.
Namun dia membantah hal itu tidak terkait dengan laporan di media Swedia bahwa mantan bintang Paris Saint-Germain itu menjadi subjek penyelidikan pemerkosaan.
Sementara perwakilan Mbappé telah menolak laporan tersebut sebagai salah dan tidak bertanggung jawab.
Prancis akan melawan Israel di kandang sendiri lalu bertandang ke Italia tiga hari kemudian.
Didier Deschamps.
“Dengar, apa yang sudah saya katakan. Anda bebas berbicara dan menafsirkannya. Saya punya pertandingan besok. Ada 23 pemain di sini. Kylian tidak ada di sini — tolong biarkan dia sendiri,” tegas Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis dinukil dari ESPN pada hari ini.
Italia memimpin klasemen grup setelah empat pertandingan, unggul satu poin dari Prancis. Belgia berada di posisi ketiga, di atas Israel.
Sementara itu pihak berwenang Prancis telah meningkatkan keamanan di Paris menjelang pertandingan dengan Israel pada dinihari nanti. Dengan harapan untuk menghindari terulangnya bentrokan kekerasan antara penduduk setempat dan penggemar sepak bola Israel di Amsterdam minggu lalu.
Pertandingan Nations League di Stade de France hadir pada saat yang menegangkan, dengan hubungan diplomatik antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu tegang akibat perang Israel di Gaza.
Sekitar 4.000 polisi akan mengamankan acara tersebut, dikerahkan di stadion, di luar lapangan dan di transportasi umum, kata kepolisian Paris.
“Ini tindakan yang luar biasa, tiga hingga empat kali lebih besar dari apa yang biasanya kami lakukan,” kata kepala polisi Paris Laurent Nunez.
“Hanya bendera Prancis dan Israel yang diizinkan masuk ke dalam stadion,” tambahnya.(maq)











