edisiana.com – Seperempat abad berlalu. Iniesta yang santai dan menawan sedang merefleksikan kariernya yang luar biasa. Kini pun dia memiliki rencana mengisi pensiunnya, dan niatnya untuk masa depan.
Mantan pemain Barcelona itu melalang buana setelah hengkang dari Barcelona. Ia selema enam musim bersama klub Jepang Vissel Kobe.
kemudian di Uni Emirat Arab di mana dia bermain musim ini dan di mana dia berencana untuk mengambil lencana kepelatihannya.
“Saya menemukannya di Dubai, pemberhentian terakhirnya di sana,” ujarnya dikutip dari BBC.
Masa pensiun sekarang dia lebih banyak waktu bersama istrinya Anna, yang mulai dia pacari pada tahun 2008 sebelum dinikahinya pada tahun 2012.
Saat ini, Iniesta memiliki tiga putri dan dua putra. Pada tahun 2014, pasangan ini kehilangan seorang putra yang belum lahir karena keguguran.
Hal ini mungkin juga akan memberinya lebih banyak waktu bersama klub sepak bola pertama kesayangannya, Albacete Balompie, yang telah ia dukung secara finansial lebih dari satu kali.
Saat ini tinggal di Dubai, Iniesta untuk mengejar lisensi kepelatihan. “Rencana kami adalah saya berhenti bermain di sini, di UEA dan bisa bertahan di sini. Di sini saya memulai kursus untuk menjadi seorang manajer,” jelas Iniesta.
“Sepanjang hidup saya, saya telah berpikir sebagai pemain, tetapi sekarang saya harus berpikir dengan cara lain. Ini adalah dunia baru. Tidak sepenuhnya baru, tetapi ada banyak hal baru yang harus saya pelajari,” imbuhnya.
Menurut dia, kursus kepelatihan ini sama saat ia baru masuk akademi bola. “Sekarang saya akan mencoba melakukan hal yang sama sebagai manajer,” ucapnya.
Iniesta sepenuhnya menyadari pengaruh pengalamannya selama bertahun-tahun di Barcelona terhadap gaya kepelatihannya.
Iniesta lebih dari sekadar pesepakbola hebat. Baik itu di lapangan, di ruang rapat, atau di mana pun ia memilih untuk menjalani babak baru dalam hidupnya.(maq/habis)
