edisiana.com – Torino menciptakan malam yang menyakitkan bagi Roma. Dalam duel penuh emosi di Stadio Olimpico, Il Toro menyingkirkan Giallorossi dari babak 16 besar Coppa Italia lewat kemenangan dramatis 3-2, ditentukan oleh gol telat Emirhan Ilkhan di menit ke-90.
Laga yang dimainkan Selasa malam itu berlangsung ketat sejak awal, dengan kedua tim saling menekan tanpa celah.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-35 ketika Ché Adams melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ke sudut kiri bawah gawang Roma, memanfaatkan assist Nikola Vlašić. Gol tersebut membuat Torino unggul hingga turun minum.
Roma merespons cepat selepas jeda. Baru satu menit babak kedua berjalan, Mario Hermoso menyamakan skor lewat sepakan kaki kiri yang mengarah tajam ke sudut kanan bawah gawang Torino. Olimpico pun bergemuruh.
Namun Torino kembali menunjukkan efektivitasnya. Tujuh menit berselang, Ché Adams mencetak gol keduanya malam itu dan kembali membungkam publik tuan rumah.
Roma belum menyerah. Momen spesial hadir ketika Antonio Arena, pemain 16 tahun yang baru masuk sebagai pengganti, mencetak gol penyeimbang lewat sundulan tajam setelah menerima umpan silang indah dari Wesley. Skor 2-2, dan laga berubah menjadi duel gila.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Torino melancarkan pukulan terakhir. Di menit ke-90, Emirhan Ilkhan muncul sebagai pahlawan dengan gol penentu yang mengubur mimpi Roma di Coppa Italia.
Melansir MD, Torino melangkah ke babak berikutnya dengan kepala tegak, sementara Roma harus menelan kekecewaan besar di kandang sendiri. Sebuah malam penuh drama—ala Coppa Italia.(maq)
