edisiana.com – Manchester City bersiap menghadapi momen krusial dalam perburuan gelar saat bertemu Arsenal pada laga terakhir musim ini. Bagi Pep Guardiola, pertandingan tersebut bukan sekadar duel biasa—melainkan sebuah final yang bisa menentukan segalanya.
Pelatih asal Spanyol itu tak ragu menyebut Arsenal sebagai ujian terberat yang dihadapi timnya musim ini. Dalam nada serius, Guardiola menegaskan bahwa hasil laga pada akhir pekan ini berpotensi langsung mengunci arah perebutan trofi.
“Arsenal adalah final. Tapi jangan bilang Brentford pada 9 Mei akan mudah,” ujarnya dikutip dari ESPN pada hari ini, sambil mengingatkan bahwa tantangan belum sepenuhnya berakhir.
Secara historis, City memang memiliki catatan dominan atas Arsenal. Guardiola mengungkapkan bahwa dari 49 pertemuan, timnya hanya menelan tiga kekalahan, bahkan tak pernah kalah di Liga Champions saat menghadapi The Gunners.
Namun, statistik itu tak membuatnya lengah. Ia justru memberikan pujian tinggi kepada Arsenal, baik dari sisi manajerial maupun kualitas skuad. Dalam pandangannya, The Gunners adalah tolok ukur tertinggi saat ini.
“Mereka adalah tim terbaik di negara ini, di Eropa, sejauh ini. Mengalahkan Arsenal sekali saja sudah sangat sulit—bayangkan mengalahkan mereka dua kali dalam beberapa minggu,” tegas Guardiola.
Atmosfer final sudah terasa bahkan sebelum peluit awal dibunyikan. Bagi City, ini bukan sekadar laga penutup—ini adalah ujian terakhir untuk membuktikan supremasi.(maq)
