edisiana.com – Arsenal memperoleh kemenangan dengan agregat 9-3 atas PSV Eindhoven. The Gunners yang bermain imbang 2-2 pada leg kedua babak 16 besar akan melawan juara bertahan Real Madrid.
Tim Mikel Arteta sudah mengantongi 7-1 di Belanda di leg pertama minggu lalu.
Karena merasa sudah aman, pada laga Kamis ini, Arsenal melakukan rotasi. Zinchenko, salah satu dari tujuh perubahan pada tim Arsenal yang bermain imbang.
Mantan pemain Manchester City itu membuka rekening golnya dengan gol luar biasa.
Ia menerima umpan Sterling dan menerobos dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan melewati kiper PSV Walter Benitez.
Hal itu membuat Arsenal unggul 8-1 secara agregat. Dan menjadi rekor kemenangan agregat Bayern Munich di babak sistem gugur Liga Champions 12-1 atas Sporting pada musim 2008-09 tampak berada dalam kisaran yang memungkinkan.
Tapi Arsenal tidak punya keinginan untuk mengejar rekor itu. Mereka memainkan permainan dengan sangat tenang dan mencapai perempat final untuk musim kedua berturut-turut setelah kalah dari Bayern tahun lalu.
Namun Ivan Perisic membalas untuk tim tamu dengan penyelesaian gemilang pada menit ke-18. Dan memberikan semangat bagi ribuan penggemar PSV yang riuh.
Sayang sundulan Declan Rice membawa Arsenal kembali unggul memanfaatkan umpan silang akurat Raheem Sterling sebelum turun minum.
Tapi PSV mendapatkan hadiah yang pantas untuk penampilan yang jauh lebih baik saat Couhaib Driouech dengan tenang mencetak gol penyeimbang pada menit ke-70.
“Kami telah melakukannya secara konsisten dan sekarang kami ingin melangkah ke tahap berikutnya, yang akan sangat sulit. Namun, kami sangat mampu melakukannya,” kata Mikel Arteta seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Kami adalah klub, tim yang ingin menjadi yang terbaik dan ingin bersaing dengan klub-klub terbaik di dunia,” tambahnya.(maq)










