Tanpa Messi, Neymar, dan Mbappé, PSG Justru Menjadi yang Terbaik di Dunia

Pemain PSG merayakan gol Dembele. Foto: via ESPN

edisiana.com — Kehilangan tiga ikon dunia, Kylian Mbappé, Lionel Messi, dan Neymar tidak membuat Paris Saint-Germain (PSG) melemah. Sebaliknya, di bawah arahan pelatih Luis Enrique, PSG justru menjelma menjadi kekuatan kolektif yang luar biasa. Kini, mereka berada di ambang sejarah: menyapu bersih semua gelar utama dan mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di dunia.

PSG akan menghadapi Chelsea di final Piala Dunia Antarklub 2025 pada Minggu sore waktu setempat di Stadion MetLife, New Jersey. Kemenangan atas The Blues akan melengkapi trofi Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France yang sudah mereka raih musim ini—sebuah capaian luar biasa dalam satu musim kompetisi.

Tim, Bukan Sekadar Nama Besar

Luis Enrique, mantan pelatih Barcelona, menegaskan bahwa kunci sukses PSG musim ini adalah semangat kolektif dan kesetaraan antar pemain, bukan ketergantungan pada satu bintang.

“Kami punya 11 bintang — itulah sepak bola. Kami tidak mencari satu pemain utama. Tim ini lebih kuat daripada individu mana pun, dan karena itulah kami jadi pemimpin,” ujar Enrique dikutip dari ESPN pada Sabtu, 12 Juli 2025.

PSG menjalani musim dengan performa impresif. Mereka melibas raksasa-raksasa Eropa seperti Bayern Munich, Atlético Madrid, dan Real Madrid dalam perjalanan menuju final. Di final Liga Champions, mereka bahkan menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0, menegaskan dominasi mutlak di level tertinggi.

Namun, bagi Enrique, satu pertandingan terakhir melawan Chelsea akan menentukan apakah musim ini benar-benar sempurna.

Final yang Tak Boleh Diremehkan

“Ini pertandingan terakhir musim ini dan kami ingin menutupnya dengan cara terbaik. Kami luar biasa sejauh ini, kami menulis sejarah, dan kami ingin menyempurnakannya dengan kemenangan,” tegas Enrique.

Saat tiga bintang ini memperkuat PSG tidak pernah memberikan gelar Liga Champions.

Meski dijagokan, pelatih asal Spanyol itu tidak menganggap enteng Chelsea. Ia memuji The Blues sebagai tim muda yang sedang berkembang dan menyoroti kualitas manajer Enzo Maresca.

“Jika Anda pikir laga ini akan mudah, Anda belum memahami sepak bola. Chelsea menjuarai Conference League dan punya gaya menyerang yang sangat agresif. Mereka tim yang sangat berbakat dan mampu bertahan di bawah tekanan. Kami tahu ini akan jadi pertarungan berat,” jelasnya.

Marquinhos: “Kesempatan Emas Jadi Juara Dunia”

Sementara itu, kapten PSG Marquinhos menegaskan pentingnya laga final ini, menyebutnya sebagai kesempatan langka yang harus dimaksimalkan.

“Ini pertandingan yang sangat penting. Piala Dunia Antarklub hanya diadakan setiap empat tahun. Ini adalah kesempatan emas, dan kami siap. Kami tahu taruhannya besar, dan semua pemain sangat termotivasi,” kata pemain asal Brasil yang telah membela PSG sejak 2013.

Ia juga memuji kesiapan tim dan kepemimpinan Luis Enrique. “Kami telah dipersiapkan dengan sangat baik. Di final, semuanya bisa terjadi, tapi kami datang dengan satu tujuan: menjadi juara dunia.”(maq)

Exit mobile version