edisiana.com – Pelatih Pep Guardiola mengakui langkah Manchester City menuju perempat final Liga Champions UEFA semakin berat. Kekalahan telak 0-3 dari Real Madrid membuat peluang The Citizens lolos kian menipis.
Guardiola pun tidak menutup mata. Ia menilai timnya hanya memiliki peluang kecil untuk membalikkan keadaan pada leg kedua.
“Sekarang, tidak banyak. Tapi kami akan mencoba. Kami akan membaca apa yang perlu diperbaiki dan lebih aktif di sepertiga akhir lapangan. Kami akan berusaha,” ujarnya dinukil dari ESPN pada hari ini.
Pada laga Rabu malam di Santiago Bernabéu Stadium, Guardiola melakukan sejumlah eksperimen dalam susunan pemain. Ia memasang Jérémy Doku, Savinho, dan Abdukodir Khusanov sebagai starter.
Selain itu, Guardiola juga memindahkan Nico O’Reilly dari lini tengah ke posisi bek kiri. Keputusan itu ternyata berbuah risiko.
Pemain berusia 20 tahun tersebut melakukan kesalahan yang berujung pada gol pertama yang dicetak Federico Valverde.
Situasi makin sulit bagi City setelah kebobolan tiga gol di babak pertama. Guardiola pun menarik keluar Savinho sebelum turun minum.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu tetap membela keputusan taktisnya, termasuk penempatan O’Reilly di sektor kiri pertahanan.
“Sudah berapa kali Nico O’Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?” kata Guardiola.(maq)
