edisiana.com – Villarreal membutuhkan kemenangan untuk menjaga napas terakhir mereka di Liga Champions. Namun yang terjadi di Estadio de la Cerámica justru pukulan telak: kalah 2-3 dari tamunya, Copenhagen, dalam laga yang penuh ketegangan dan drama hingga detik akhir.
Pertandingan baru berjalan dua menit, dan stadion langsung membeku. Mohamed Elyounoussi menyambar umpan silang Marcos López dan menaklukkan gawang Villarreal. Gol cepat yang merontokkan ritme tuan rumah.
Kapal Selam Kuning kemudian mencoba menenangkan diri, menguasai bola dan membangun serangan posisional. Peluang emas hadir lewat Alberto Moleiro, tetapi Dominik Kotarski tampil brilian untuk menepisnya.
Setelah itu, ritme menurun dan tidak ada gol tambahan hingga turun minum. Babak kedua? Ledakan. Intensitas naik tajam dan gol mulai berjatuhan.
Dua menit selepas jeda, Santi Comesaña menyamakan skor 1-1 dengan penyelesaian jarak dekat ke sudut kiri bawah. La Cerámica kembali hidup.
Namun Copenhagen membalas cepat: Elias Achouri, memanfaatkan assist Yoram Zague, mengarahkan bola ke tengah gawang dan membawa tim tamu unggul 1-2.
Villarreal tak menyerah. Oluwaseyi, mendapat umpan terukur dari Alfonso Pedraza, menghajar bola ke sudut kiri bawah untuk membuat skor 2-2. Harapan kembali menyala… sesaat.
Di penghujung laga, pukulan terakhir datang dari Andreas Cornelius, yang melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas. Gol yang memupuskan harapan Villarreal dan membungkam La Cerámica.
Dengan hanya mengantongi satu poin sebelum laga dan kembali gagal meraih kemenangan, Villarreal harus mengucapkan selamat tinggal pada Liga Champions.
Malam pahit bagi Kapal Selam Kuning, yang karam tepat saat mereka paling membutuhkan kemenangan.(maq)
