Pep Tersentuh dengan Ucapan Selamat Ferguson

Pep Guardiola akhirnya bisa meraih Piala Champions setelah penantian panjang. Foto: Daylimail

edisiana.com – Pelatih legenda liga Inggris, Sir Alex Ferguson mengucapkan selamat dengan menyentuh hati Pep Guardiola.

“Dan suatu kehormatan bagi saya untuk berada di samping Sir Alex Ferguson. Aku mendapat pesan darinya pagi ini. Itu menyentuh saya,” kata Pep, manajer Manchester City dinukil dari Daylimail pada Ahad ini.

Pelatih asal Spanyol itu melengkapi koleksinya di City saat rekan senegaranya Rodri mencetak satu-satunya gol pada menit ke-68. Berkat gol tunggal itu, City meraih treble.

Kemenangan ini membuat Pep sekarang setara dengan Alex Ferguson yang juga menyapu bersih Liga Premier, Piala FA dan l Liga Champions pada tahun 1999. Dan tropi itu yang ke-12 trofi untuk City.

Tidak hanya itu, dia adalah pelatih pertama yang memenangkan dua treble, setelah mencapai versi Spanyol sebagai manajer Barcelona pada tahun 2009, memenangkan La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Guardiola kini telah mengklaim tiga gelar Liga Champions sebagai manajer. Dan hanya Carlo Ancelotti dengan empat gelar yang memenangkan lebih banyak.

Gelar ini merupakan penantian panjang City untuk trofi yang dirindukan pemilik Sheikh Mansour sejak membeli klub pada 2008.

“Lelah. Tenang. Puas. Sangat sulit untuk memenangkannya,” kata Guardiola yang emosional setelah memeluk setiap pemainnya dan staf pelatih klub.

“Inter sangat bagus. Bersabarlah, kataku saat turun minum. Anda harus beruntung. Kompetisi ini adalah lempar koin,” ujar Pep kepada timnya.

Tim Guardiola sampai di final dengan hanya satu kekalahan dalam 27 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Paling terbaik, meskipun pujian harus diberikan kepada tim Inter yang menjalankan rencana permainan mereka dan mengganggu ritme City.

City juga harus pulih dari pukulan kehilangan kepala playmaker Kevin De Bruyne karena cedera di babak pertama. Sedangkan Erling Haaland, pencetak 52 gol musim ini, terbelenggu dengan pertahanan Inter.

‘Kami tidak berada di level terbaik kami. Setelah Piala Dunia, tim membuat langkah maju dan kami sampai di sana. Itu bukan penampilan terbaik kami,” tutur Guardiola.(maq)

Exit mobile version