Manajer Chelsea Rosenior Sebut Hasil 2-2 Konyol

Chelsea saat menjamu Leeds United. Foto: via MetroSports

edisiana.com – London kembali menjadi saksi drama yang sulit dijelaskan. Chelsea mendominasi, menguasai ritme, menciptakan peluang demi peluang — namun papan skor berkata lain. Hanya 2-2. Sebuah hasil yang oleh pelatih The Blues, Rosenior, disebut dengan satu kata: konyol.

Di Stamford Bridge, segalanya tampak berada dalam kendali tuan rumah. Intensitas tinggi, sirkulasi bola cepat, dan tekanan konstan membuat Leeds lebih banyak bertahan.

Namun sepak bola tak selalu berpihak pada logika dominasi. Dua momen krusial mengubah narasi.

“Kami gagal mengatasi dua momen penting, kami tidak tetap tenang,” ujar Rosenior seusai laga, dinukil dari MetroSports pada hari ini.

Salah satu momen paling menentukan datang di penghujung pertandingan. Cole Palmer, yang sepanjang laga aktif mencari ruang, mendapatkan peluang emas dari jarak dekat. Stadion menahan napas.

Namun sentuhan akhirnya tak cukup presisi untuk mengunci kemenangan.

Kesalahan lain datang dari situasi yang lebih menyakitkan: penalti untuk lawan. Rosenior tak menutupinya.

“Moi [Caicedo] adalah pemain yang luar biasa dan selalu menjadi yang terbaik sejak saya datang, tetapi kami membuat keputusan yang buruk di sana. Kami memberikan penalti,” imbuhnya.

Satu detail kecil, satu keputusan terlambat — dan kerja keras selama 90 menit terasa sia-sia.

Bagi Leeds, satu poin dari kandang Chelsea adalah hasil yang nyaris tak terduga. Tambahan angka itu membawa mereka ke posisi ke-15 klasemen Liga Premier, kini enam poin di atas zona degradasi. Nafas sedikit lebih lega, meski perjuangan masih panjang.

Tak ada waktu lama untuk meratapi hasil. Chelsea sudah ditunggu Hull City di ajang Piala FA akhir pekan ini — kompetisi yang kerap menjadi pelarian dari luka liga.

Sementara Leeds akan bertandang ke markas sesama tim Championship, Birmingham City, dalam duel yang bisa kembali menguji konsistensi mereka.

Sepak bola, sekali lagi, menunjukkan wajahnya yang paling ironis: dominasi tanpa kemenangan, dan satu poin yang terasa seperti kekalahan.(maq)

Exit mobile version