edisiana.com – Chelsea kembali menunjukkan dua wajahnya musim ini—yang satu menjanjikan, yang satu lagi rapuh. Di Bergamo, The Blues sempat mencicipi keunggulan, namun akhirnya takluk 2-1 dari Atalanta dalam malam yang mengubah dinamika mereka di Liga Champions.
Hanya seminggu lalu, Chelsea diperbincangkan sebagai pesaing serius gelar Premier League, bersanding dengan Arsenal. Di Liga Champions, posisi mereka di delapan besar dianggap aman.
Kini? Semua tampak jauh lebih kusut setelah malam pahit di Italia ini.
Enzo Maresca datang dengan misi mencuri poin di Bergamo, dan awalnya berjalan sesuai skenario.
Joao Pedro memanfaatkan bola di tiang dekat, mencetak gol yang membuat fans Chelsea mulai memimpikan kemenangan tandang prestisius.
Tapi sinyal bahaya mulai terlihat: Atalanta tak pernah benar-benar tenggelam. Begitu babak kedua dimulai, tekanan Atalanta meningkat. Chelsea tak siap.
Gianluca Scamacca—yang pernah mengenakan seragam West Ham—muncul tanpa kawalan dan menanduk bola ke gawang, membuat skor menjadi 1-1 hanya sepuluh menit setelah jeda.
Gol itu mengubah atmosfer: Chelsea goyah, Atalanta mengaum.
Ketika laga memasuki fase krusial, Chelsea justru kehilangan kontrol.
Charles De Ketelaere melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Robert Sánchez.
San Siro punya dramanya semalam, tetapi Bergamo tidak mau kalah.
Melansir MD, kekalahan ini membuat perjalanan Chelsea di Liga Champions semakin berliku. Dari klub yang dipuji sebagai calon penantang gelar liga, kini The Blues terlihat seperti tim yang kehilangan arah.
Enzo Maresca punya pekerjaan besar. Chelsea harus bangkit—dan cepat—jika ingin musim mereka tidak terjun bebas.(maq)











