Kekalahan Telak Madrid dari PSG, Xabi Alonso Dikritik Tajam atas Keputusannya

Xabi Alonso gagal membawa Madrid ke final Piala Dunia Antarklub. Foto: via Mundo Deportivo

edisiana.com – Real Madrid harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Piala Dunia Antarklub pertama mereka dengan cara yang memalukan.

Tim asuhan Xabi Alonso dibantai 0-4 oleh Paris Saint-Germain, membuat mereka gagal meraih trofi pertama di musim ini sekaligus memperburuk awal era Alonso sebagai pelatih kepala.

Kekalahan ini langsung memicu gelombang kritik, terutama terhadap keputusan Xabi Alonso dalam menyusun starting XI.

Salah satu komentar paling tajam datang dari jurnalis senior Manu Carreño dalam acara ‘El Larguero’. Ia menyoroti bahwa Alonso tampak mulai terpengaruh oleh tekanan dari ruang ganti dalam menentukan susunan pemainnya.

“Menurut saya, hari ini adalah hari pertama Xabi Alonso benar-benar merasakan bagaimana suasana ruang ganti Madrid bisa memengaruhi pilihan taktis. Saya tidak yakin apakah formasi tiga penyerang yang ia mainkan hari ini benar-benar lahir dari keyakinan taktisnya sendiri,” ujar Carreño seperti dilansir Mundo Deportivo pada hari ini.

Ia menambahkan, penempatan Vinicius Jr. di sisi kanan menjadi contoh nyata keputusan yang keliru. “Kalau di kiri saja dia kesulitan, di kanan dia seperti tidak terlihat. Lalu Gonzalo Garcia, yang selama ini menjadi bintang di Piala Dunia Antarklub, malah dimainkan di posisi yang bukan kekuatannya. Semua ini karena absennya Arnold, dan dua pemain dikorbankan karena itu.”

Lebih lanjut, Carreño menilai Alonso kini dihadapkan pada dilema yang tak mudah sebagai pelatih kepala: “Ini bukan semata soal keyakinan taktik, tapi juga soal kompromi.”

Untuk pertama kalinya, Xabi dihadapkan pada pertanyaan: “Siapa yang harus saya prioritaskan?’ Apakah Mbappé, Vinicius, atau Gonzalo yang sedang dalam performa terbaiknya? Dan pada akhirnya, ia justru mengirim sinyal yang keliru—bahwa meskipun kamu mencetak empat gol, belum tentu kamu akan dimainkan,” tutup dia.(maq)

Exit mobile version