edisiana.com – Meski gagal membawa Manchester City mempertahankan gelar Premier League musim ini, manajer Pep Guardiola tetap mendapat pengakuan istimewa. Pelatih asal Spanyol itu dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Universitas Manchester sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang luar biasa terhadap kota tersebut.
Selama sembilan tahun membesut Manchester City, Guardiola tidak hanya berjasa dalam mengangkat prestasi klub di bidang olahraga, tetapi juga ikut menjadikan Manchester sebagai salah satu kota yang diperhitungkan di panggung dunia.
“Kontribusi Guardiola melampaui dunia sepak bola. Ia menjadi bagian penting dalam membentuk citra positif Manchester di mata global,” ujar perwakilan dari Universitas Manchester dinukil dari Mundo Deportivo pada Selasa, 10 Juni 2025.
Musim ini, The Sky Blues—julukan Manchester City—harus merelakan trofi Premier League jatuh ke tangan Liverpool. City hanya finis di peringkat ketiga klasemen dan gagal mempertahankan gelar juara yang mereka menangi musim lalu. Namun, mereka berhasil mengamankan satu tempat di Liga Champions musim depan.
Masih ada satu kesempatan bagi City untuk meraih trofi musim ini, yaitu di ajang Piala Dunia Antarklub yang akan digelar di Amerika Serikat pada pertengahan Juni. Mereka dijadwalkan menjalani laga perdana pada 18 Juni, menghadapi wakil Maroko, Wydad Casablanca.(maq)
