edisiana.com – Luis Enrique akan menjamu klub lamanya Barcelona pada dinihari nanti. Pelatih Paris Saint-Germain itu mengklaim dia DNA lebih Barcelona dari Xavi Hernandez.
Manajer 53 tahun ini menghabiskan delapan tahun di Barca. Sebagai pemain dan sebagai manajer. Enrique membawa Barca meraih treble pada tahun 2015. Lalu meninggalkan klub Catalan pada tahun 2017.
Enrique atau bos Barca Xavi lebih baik mewakili filosofi Blaugrana. Yakni penguasaan bola, tekanan, penentuan posisi, dan serangan.
“Lihatlah datanya: penguasaan bola, peluang mencetak gol, tekanan yang tinggi, trofi. Lihatlah. Itu bukan opini. Angka- angkanya ada di sana. Itu tidak bisa diperdebatkan. Orang lain mungkin berpikir berbeda, tapi tidak ada keraguan,” terang Enrique dikutip dari ESPN pada Rabu, 10 April.
Luis Enrique bermain bersama Xavi di Barca dan kemudian melatihnya. Enrique mengatakan hal itu tidak akan memberikan keuntungan bagi PSG menjelang leg pertama di Parc des Princes minggu ini.
“Saya sama sekali tidak mengenal Xavi sebagai pelatih. Saya hanya mengenalnya sebagai pemain. Saya mengenal klub ini dengan sangat baik, tapi tidak dengan Xavi sebagai pelatihnya,” terangnya.
Menurut Enrique, ia mengenal Barcelona dengan sangat baik dan juga para pemainnya. “Namun saya tidak tahu apakah itu bisa menjadi keuntungan atau tidak. Bisa jadi sebaliknya,” ujarnya.
“Ini akan menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya, namun saya lebih dari siap untuk memberikan segalanya untuk PSG. Saya menantikan pertandingan ini dan yakin saya mampu membawa trofi untuk klub ini,”sambung dia.
Menanggapi komentar Luis Enrique di media, Xavi mengatakan ada empat pelatih di perempat final Liga Champions yang memiliki DNA Barcelona.
Pep Guardiola dari Manchester City dan Mikel Arteta dari Arsenal keduanya berasal dari sistem Barca, dengan Guardiola juga memimpin klub tersebut meraih dua gelar Liga Champions sebagai pelatih.
“Saya mempunyai hubungan yang baik dengan Luis Enrique dan saya sangat menghormatinya,” kata Xavi.
“Dia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia dan dia memiliki tim yang dirancang untuk memenangkan Liga Champions, atau setidaknya itulah niatnya. PSG adalah lawan yang sangat tangguh,” jelas Xavi.(maq)
