edisiana.com – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, dalam kesempatan pertama rapat bersama Komisi VI DPR RI, menyampaikan bahwa indikator ekonomi Batam dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Meski sempat mengalami penurunan pada tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 4,75 persen akibat pandemi, Batam secara bertahap mampu bangkit dan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,04 persen pada tahun 2023.
“Laju pertumbuhan ekonomi ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujar Amsakar.
Capaian tersebut, menurutnya, turut ditopang oleh peningkatan realisasi investasi pada tahun 2024 yang mencapai Rp 43,26 triliun atau setara 108,15 persen dari target.
Selain itu, Batam juga mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 6,82 miliar dan kunjungan wisatawan yang mencapai 1,32 juta orang di tahun yang sama.
Dalam forum tersebut, Amsakar juga mengajukan tambahan anggaran rupiah murni sebesar Rp 2,880 triliun dari pagu indikatif tahun 2026 sebesar Rp 2,447 triliun. Dengan demikian, total anggaran yang dibutuhkan BP Batam mencapai Rp 5,328 triliun.
“Penting kami sampaikan, dalam dua tahun terakhir belanja BP Batam murni bersumber dari PNBP. Belum ada dukungan dari rupiah murni, belum tersentuh oleh APBN,” jelasnya.
Amsakar menegaskan bahwa pengajuan anggaran tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto agar BP Batam turut berkontribusi dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Untuk mendukung target nasional tersebut, Batam dituntut mampu tumbuh minimal 10 persen.
Tambahan anggaran ini akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek strategis dalam rangka penataan infrastruktur utama dan pendukung, meliputi:
Prasarana Konektivitas Darat – Pembangunan jalan arteri dan kawasan industri, fly over, dan lansekap.
Prasarana Sumber Daya Air – Pembangunan jaringan distribusi perpipaan air minum, normalisasi waduk, dan stabilisasi bendungan.
Prasarana Konektivitas Laut – Revitalisasi Dermaga Selatan Batu Ampar dan peningkatan fasilitas container yard.
Prasarana Konektivitas Udara – Pembangunan pagar dan jalan perimeter Bandara sepanjang 8 km, serta akses jalan kargo baru.
Prasarana Kesehatan – Revitalisasi Gedung D Rumah Sakit BP Batam dan penambahan alat kesehatan.
Prasarana dan Sarana Pengembangan Kawasan – Revitalisasi Taman Kolam dan Taman Rusa, pembangunan area parkir, dan revitalisasi Gedung Mall Pelayanan Publik.
“Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari Komisi VI DPR RI demi mewujudkan arahan Presiden dan menjadikan BP Batam sebagai lembaga yang ramah investasi serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Amsakar.(*)
