edisiana.com – Edin Dzeko punya memori manis bersama Manchester City. Dia salah satu pahlawan untuk merebut piala Liga Inggris pertamanya.
Saat itu musim 2011-2012. The Sky Blues melawan Queens Park Rangers pada hari terakhir musim. City dan berebut tropi Liga Inggris kala itu. Karena selisih poinnya sangat tipis.
Dzeko mencetak gol menyamakan menit ke-92 yang dramatis. Beberapa menit kemudian, dan berkat gol legendaris Sergio Aguero, City mengangkat gelar Premiee League pertamanya.
Tanpa Dzeko, tidak akan ada momen Aguero. “Dia hanya memikirkan umur panjang, sangat jarang masih bisa bermain di level ini, setelah begitu bagusnya sejak lama, dan masih memberi dampak,” kata komentator bola Eropa Julien Laurens dilansir BBC pada hari ini.
“Dia sama dengan Ibra [Zlatan ibrahimovic] dan Paolo Maldini dan semua orang itu. Saya masih tidak tahu di usia 37 bagaimana bisa begitu berpengaruh dalam pertandingan sebesar itu. Ini gila,” imbuhnya menjelaskan.
Dari 18 pemain dalam skuad City sejak hari terkenal melawan QPR 11 tahun itu, hanya kiper Joe Hart dan gelandang James Milner yang masih bermain di Liga Champions musim ini.
Mantan rekan setim Asmir Begovic menempatkan keabadian Dzeko pada etos kerjanya yang luar biasa.
“Dia adalah pemain kelas dunia,” ujar Begovic.
“Tidak mengherankan bagi saya dia melakukan ini, setelah mengenalnya selama 15 tahun. Dia berdedikasi pada permainan, disiplin, menjaga dirinya sendiri dengan rapi. Dia memimpin lini depan dengan sempurna,” tuturnya.
Pada Minggu dinihari, 11 Juni klub Dzeko, Inter Milan akan berhadapan dengan City di final Liga Champions di Turki.
Jika dia bisa menghentikan tim penakluk Pep Guardiola, itu berarti hanya penyerang yang cerdas dan berpengaruh untuk membalas dendam pada mantan klubnya.(maq)
“
