edisiana.com – Barcelona harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Menjamu Atlético Madrid pada perempat final Liga Champions, Rabu malam, tim asuhan Hans Flick tumbang dengan skor 0-2.
Hasil ini terasa menyesakkan. Pasalnya, tim tamu sebelumnya tak pernah menang di Camp Nou sejak 2006. Namun, Kamis dini hari tadi, catatan itu akhirnya terpatahkan.
Secara permainan, Barça sebenarnya tampil dominan hampir sepanjang laga. Sayang, petaka datang jelang turun minum.
Bek muda Pau Cubarsí melakukan pelanggaran krusial terhadap Giuliano Simeone yang sedang dalam situasi satu lawan satu.
Wasit István Kovács awalnya hanya mengganjar kartu kuning. Namun, setelah meninjau VAR di pinggir lapangan, keputusan berubah. Kartu merah keluar, dan Barcelona harus bermain dengan sepuluh orang.
Momentum langsung berpindah. Julián Álvarez sukses memanfaatkan situasi lewat tendangan bebas spektakuler. Bola meluncur mulus melewati jangkauan kiper dan menggetarkan gawang tuan rumah.
Meski kalah jumlah pemain, Barcelona tidak menyerah. Mereka justru tampil menekan di babak kedua. Marcus Rashford nyaris menyamakan skor, tetapi tendangan bebasnya hanya membentur mistar.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Barça kembali kebobolan. Atlético menggandakan keunggulan lewat Alexander Sørloth yang menyambar umpan silang rendah dari Matteo Ruggeri.
Kekalahan ini membuat langkah Barcelona semakin berat. Mereka wajib membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Atlético di Madrid pada leg kedua, Selasa mendatang.(maq)











