Potensi Luar Biasa, Rupat Masuk KSPN

800
Pulau Rupat kini telah ditetapkan sebagai KSPN. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2021 disenggarakan oleh PWI Riau di Pulau terluar itu.

Riau, edisiana.com Pejabat Bupati Bengkalis, H Syahrial Abdi, mengatakan, Pulau Rupat Utara telah ditetapkan pemerintah pusat menjadi Kawasan Strategis Kepariwisataan Nasional (KSPN) sejak tahun 2021. Namun, sampai saat ini pembangunan di pulau yang berbatasan dengan Malaysia itu belum maksimal.

“Rupat memiliki potensi yang luar biasa. Banyak nilai ekonomi yang bisa untuk dikembangkan. Keluhannya dari masyarakat salah satunya, yakni infrastruktur jalan,” ujar Syahrial, seperti dilansir mediacenter.riau.go.id pada Selasa, 9 Februari 2021. 

BACA JUGA:  Stok Memadai, Harga Bahan Pokok di Riau Fluktuatif

Dalam pidatonya di Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan HUT ke – 75 Persatuan Wartawan Nasional (PWI), Syahrial menjelaskan, lebih kurang 17 kilometer hamparan pasir yang indah terbentang di Pulau Rupat Utara.

Menurutnya, hal ini potensi pariwisata yang luar biasa. Dan masih banyak lagi potensi-potensi lainya yang masih bisa dikembangkan. 

“Semoga dengan hadirnya pemberitan dari rekan-rekan pers, yang hadir disini kondisi pembangunan Pulau Rupat Utara bisa lebih baik lagi,” paparnya. 

BACA JUGA:  73 Pelajar SMK di Riau Tidak Lulus, Ini Sebab-sebabnya

Pulau Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau ditunjuk sebagai lokasi peringatan HPN 2021 dan HUT PWI ke -75. Acara itu mulai dilaksanakan tanggal 7-9 Februari 2021.

Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang menuturkan, selama 3 hari di Pulau Rupat 51 peserta HPN 2021 dan HUT ke – 75 PWI, telah menulis 621 berita yang mempublikasikan kondisi Pulau Rupat Utara. “Targetnya lebih dari 1.000 berita. Hal ini untuk menggelorakan Pulau Rupat Utara menjadi daerah destinasi wisata yang strategis,” ujar Zulmansyah. 

BACA JUGA:  Asisten II Setdaprov Kepri Jadi Anggota Pansel Komut Bank Riau

Zulmansyah menuturkan bahwa beberapa tahun sebelumnya sudah ada sejumlah Menteri yang pernah berkunjung ke Pulau Rupat Utara. “Terakhir pada tahun 2018 lalu Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Namun begitu, kondisi Pulau Rupat masih belum maksimal,” tuturnya. (mcr/maq)

BAGIKAN