Lionel Messi Dikabarkan akan Hengkang ke Klub Arab Saudi, Al Hilal

Messi selebrasi dengan Alba setelah mencetak gol. Foto: via ESPN

edisiana.com – Lionel Messi dikabarkan akan meninggalkan Inter Miami dan bergabung dengan salah satu klub Liga Pro Arab Saudi, Al Hilal, pada bursa transfer kali ini. Kontraknya di Inter Miami sendiri masih tersisa satu tahun lagi.

Menurut laporan media Prancis L’Équipe, megabintang berusia 38 tahun tersebut telah memulai pembicaraan dengan klub Arab Saudi lainnya, Al-Ahli. Ini bukan kali pertama klub-klub dari Teluk mencoba merekrut Messi, namun mereka berharap dapat lebih berhasil kali ini.

Pada tahun 2023, Messi sempat menolak tawaran fantastis dari Al Hilal senilai $400 juta per tahun (£294 juta), yang kemudian memilih merekrut Neymar sebagai alternatif.

Sejak bergabung dengan Inter Miami pada 2023, Messi menjadi sosok kunci yang merevolusi klub milik David Beckham tersebut. Ia mencetak 52 gol dan memberikan 25 assist dalam 64 penampilan, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di MLS.

Menurut Daily Mail pada hari ini, kehadirannya juga memberikan dampak besar terhadap popularitas sepak bola di Amerika Serikat. Debutnya bersama Inter Miami, di mana ia mencetak gol kemenangan melalui tendangan bebas di menit akhir melawan Cruz Azul, menjadi momen paling banyak ditonton dalam sejarah sepak bola AS, dengan 12,5 juta penonton televisi.

Selain itu, pertandingan Inter Miami di babak penyisihan grup Piala Dunia Antarklub mencatatkan kehadiran penonton sebanyak 51.000 orang, sekitar 16.000 lebih banyak dari rata-rata.

Meski Inter Miami tengah berupaya memperpanjang kontraknya selama satu tahun, laporan menyebutkan bahwa pihak Saudi Pro League belum menyerah dalam upaya meyakinkan Messi untuk bergabung.

Al-Ahli, salah satu dari empat klub yang dimiliki Dana Investasi Publik Arab Saudi—bersama Al Hilal, Al Nassr, dan Al Ittihad—terus melakukan pendekatan dalam beberapa pekan terakhir.

Messi sendiri memiliki hubungan sebelumnya dengan Arab Saudi. Ia pernah menandatangani kesepakatan promosi pariwisata dengan otoritas negara tersebut senilai sekitar $25 juta (£18,4 juta) selama tiga tahun.(maq)

Exit mobile version