edisiana.com – Vitality Stadium menjadi panggung perpisahan yang sempurna. Antoine Semenyo, dalam laga terakhirnya sebelum hijrah ke Manchester City, menutup bab indah bersama Bournemouth dengan cara paling kejam bagi lawan. Gol penentu di menit ke-95 untuk mengalahkan Tottenham Hotspur 3-2.
Malam Rabu, 7 Januari, awalnya tampak milik Spurs. Baru lima menit laga berjalan, Mathys Tel langsung menusuk jantung tuan rumah.
Menerima umpan tumit cerdas dari Xavi Simons di sisi kiri, winger Prancis itu mengecoh James Hill, masuk ke kotak penalti, dan menuntaskan peluang dengan sepakan rendah ke sudut bawah gawang. 0-1. Sempurna.
Namun, Vitality menolak tunduk. Hanya 17 menit berselang, stadion meledak. Evanilson menyundul bola hasil umpan silang Marcus Tavernier, menyamakan kedudukan dan membangkitkan Bournemouth dari tidur mereka.
Spurs kehilangan kendali. Bournemouth mencium darah. Kembali Tavernier menemukan ruang di sisi kanan, mengirim umpan silang berbahaya.
Marcos Senesi menyambut dan mengalirkan bola ke Eli Junior Kroupi, yang tanpa ragu menghukum Spurs pada menit ke-36. Pembalikan keadaan. 2-1.
Babak kedua berubah menjadi medan perang. Richarlison, masuk dari bangku cadangan, hampir menyamakan skor—sundulannya dari sepak pojok hanya membentur tiang gawang. Jantung Bournemouth nyaris copot.
Kontroversi pun hadir. Wasit Darren England sempat menunjuk titik putih setelah Micky van de Ven menusuk dari separuh lapangan sendiri. Namun VAR turun tangan. Kontak Hill dinilai terlalu ringan. Penalti dianulir. Spurs menggeram.
Dan akhirnya, mereka membalas. Menit ke-78, sundulan sapuan Senesi dari sepak pojok justru jatuh ke João Palhinha, yang melepaskan tendangan salto spektakuler menembus gawang Petrovic. 2-2. Drama belum selesai.
Karena malam ini punya satu nama. Semenyo. Menit ke-95. Detik-detik terakhir. Emosi tumpah. Sang penyerang asal Ghana mencetak gol yang akan dikenang lama—gol perpisahan, gol cinta, gol kemenangan. Ia berlari, ia berteriak, ia tahu: ini akhir yang sempurna.
Bournemouth menang. Vitality berguncang. Semenyo pergi sebagai pahlawan. Menurut BBC, kemenangan keenam Bournemouth musim ini membawa mereka ke 27 poin dari 21 laga, hanya satu poin di belakang Spurs.
Dan sementara Manchester City bersiap menyambut rekrutan barunya, Bournemouth akan selalu mengingat satu malam ketika Semenyo pergi… dengan kejayaan.(maq)










