edisiana.com – Napoli menolak tumbang. Bahkan saat segalanya tampak melawan mereka—blunder di detik awal, bermain dengan 10 orang, dan tekanan tanpa henti—tim asuhan Antonio Conte tetap berdiri tegak.
Laga baru saja dimulai ketika mimpi buruk menghantam Napoli. Kesalahan umpan balik Alessandro Buongiorno membuat Alex Meret terpaksa menjatuhkan Vitinha di kotak terlarang. VAR tak memberi ampun. Penalti.
Ruslan Malinovskyi mengeksekusinya dengan dingin pada menit kedua, membuat Maradona Stadium terdiam sejenak.
Namun Napoli bereaksi seperti tim besar.
Scott McTominay menjadi pusat kebangkitan. Gelandang Skotlandia itu terlibat langsung dalam dua gol kilat yang membalikkan keadaan.
Pada menit ke-20, tembakannya memang digagalkan Bijlow, tetapi bola muntah disambar Højlund.
Satu menit berselang, McTominay menebus kegagalannya dengan sepakan keras dari jarak sekitar 20 meter. Skor berubah 2-1, dan Napoli kembali bernapas.
Sayangnya, harga yang harus dibayar mahal. McTominay tak bisa melanjutkan pertandingan dan ditarik keluar saat jeda akibat cedera otot—pukulan besar bagi Conte.
Kesalahan Napoli belum berhenti. Blunder lain dari Buongiorno dimanfaatkan Lorenzo Colombo untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-57.
Situasi makin rumit ketika Juan Jesus diusir keluar lapangan pada menit ke-76 setelah menerima kartu kuning kedua akibat menarik Caleb Ekuban. Dengan 10 pemain, Napoli bertahan mati-matian.
Genoa menekan. Peluang demi peluang datang. Tapi dalam drama khas Serie A, justru Napoli yang tertawa terakhir.
Gol penentu di menit-menit akhir memastikan tiga poin krusial—kemenangan yang terasa seperti deklarasi mental juara.
Usai laga, Conte mengonfirmasi kabar buruk soal McTominay.
“Scott mengalami masalah serius pada otot bokongnya, yang sebenarnya sudah ia rasakan sejak awal musim,” ujar Conte, dikutip dari ESPN.
“Dia ingin melanjutkan pertandingan, tetapi saya tidak mau mengambil risiko. Dia adalah pemain kunci bagi kami,” imbuhnya.
Kemenangan 3-2 atas Genoa pada Sabtu malam menjadi pernyataan keras: Il Partenopei belum menyerah dalam perburuan papan atas Serie A.(maq)










