8 Gol, Drama Tanpa Akhir, United Gagal Menang di Detik Terakhir

Pemain Manchester United sedih gagal menang di detik akhir. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Old Trafford mengalami malam. Delapan gol, emosi yang naik-turun, kontroversi, dan satu tikaman di menit akhir yang membungkam Setan Merah.

Manchester United dan Bournemouth bermain imbang 4-4 dalam laga yang akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling liar musim ini. Junior Kroupi, dari bangku cadangan, menjadi algojo yang merusak pesta di Theatre of Dreams.

Senin malam itu seperti roller coaster tanpa rem. United mengamuk sejak menit pertama, menekan, mengurung, dan membuat Bournemouth tampak tak berdaya. Dominasi mutlak. Old Trafford percaya: ini akan menjadi malam merah.

Amad Diallo membuka skor dalam laga terakhirnya sebelum Piala Afrika. Sebuah perpisahan yang sempurna atau setidaknya begitu kelihatannya.

BACA JUGA:  Peserta Banyak Mundur, Liga Super Eropa Batal

Namun sepak bola selalu menyimpan racun di menit-menit tak terduga. Antoine Semenyo menyamakan kedudukan, meski kontroversi mengiringinya. Dia lolos dari kartu merah setelah mencekik Diogo Dalot. United mengamuk, tapi tetap berdiri.

Di waktu tambahan babak pertama, Casemiro muncul seperti prajurit tua yang tak pernah menyerah. Golnya mengembalikan keunggulan. Old Trafford bernapas lega. Babak pertama milik United.

Lalu datang tujuh menit kegilaan di awal babak kedua. Evanilson dan tendangan bebas mematikan Marcus Tavernier membalikkan keadaan. Bournemouth memimpin. Sunyi menyelimuti stadion. Tak ada yang percaya.

BACA JUGA:  Manchester City Mengamuk di Etihad! Foden, Haaland, dan Cherki Hancurkan Dortmund 4-1

Namun laga ini belum selesai. Tidak malam ini. Tidak di Old Trafford.

Seperti deja vu kemenangan comeback epik kontra Lyon di Liga Europa musim lalu, tim asuhan Ruben Amorim menyerang tanpa henti.

Bruno Fernandes menyamakan skor lewat tendangan bebas indah—kelas dunia. Dan saat Matheus Cunha mencetak gol berikutnya, Old Trafford bergetar sampai ke fondasi. United kembali unggul. 4-3. Euforia. Kelegaan. Kemenangan di depan mata.

Tapi sepak bola kejam. Di saat jam hampir habis, Junior Kroupi muncul dari bangku cadangan dan menancapkan belati terakhir. Gol penyeimbang. 4-4. Shock. Sunyi. Kecewa.

Peluit akhir berbunyi dengan rasa pahit bagi United. Sementara Bournemouth tersenyum puas, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka melawan United menjadi lima laga beruntun.

BACA JUGA:  Manchester City Berniat Beli Felix

Malam ini, Old Trafford bukan saksi kemenangan. Ia menjadi saksi kegilaan sepak bola dalam bentuk paling brutal dan paling indah.(maq)