edisiana.com – Debut Martin O’Neill sebagai manajer sementara Celtic berjalan jauh dari harapan. Tim asuhannya harus mengakui keunggulan Midtjylland dengan skor 1-3 dalam laga yang berlangsung penuh dominasi dari kubu tuan rumah.
Midtjylland membuka keunggulan lewat sundulan Martin Erlic yang memanfaatkan situasi bola mati. Setelah gol tersebut, tim asal Denmark tampil begitu percaya diri dan hampir tak terbendung.
Hanya berselang dua menit, keunggulan mereka bertambah. Mikel Kruger-Johnsen lolos dari kawalan lini belakang Celtic dan dengan tenang mengeksekusi bola ke sudut jauh gawang lewat penyelesaian yang menawan.
Celtic semakin terpuruk ketika Franculino Dju menambah derita mereka dengan gol ketiga sebelum jeda. Pertahanan The Hoops tampak terpaku, tak mampu menghentikan pergerakan penyerang muda Midtjylland itu.
Memasuki babak kedua, Celtic hanya bisa berusaha membatasi kerusakan. Skor akhir 3-1 mungkin memberi kesan mereka berhasil menahan gempuran.
Namun kenyataannya Midtjylland memiliki banyak peluang yang seharusnya bisa memperlebar jarak.
Menjelang akhir laga, Celtic sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Callum Osmand. Namun, momen itu diwarnai insiden ketika Osmand harus ditandu keluar lapangan usai dijatuhkan oleh Erlic sepuluh menit sebelum waktu normal berakhir.
Kekalahan ini menukil BBC, membuat Celtic terlempar dari zona kualifikasi menuju babak sistem gugur, tepat di titik tengah kompetisi. Bagi O’Neill, hasil ini menjadi awal yang berat dalam usahanya mengangkat performa tim.(maq)
