Pertandingan Panas: Como FC dan Real Betis Terlibat Perkelahian Massal di Laga Pramusim

Pemain Como saat dibogem pemain Real Betis. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Pertandingan pramusim Como FC kembali memanas. Klub milik pengusaha asal Indonesia itu kembali terlibat dalam kericuhan di lapangan, kali ini saat menghadapi Real Betis dalam laga persahabatan yang digelar di Cadiz. Laga berakhir imbang 2-2. Tapi sorotan utama bukan pada hasil akhir, melainkan pada insiden perkelahian massal yang terjadi di penghujung babak pertama.

Keributan bermula ketika gelandang Betis, Pablo Fornals, terlibat adu fisik dengan pemain tengah Como, Maximo Perrone. Mantan bintang West Ham tersebut tampak melayangkan pukulan ke arah Perrone, yang kemudian membalas dengan mencoba menyerang balik Fornals.

Menurut Daily Mail, aksi keduanya memicu bentrokan lebih besar, melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.

Saat insiden terjadi, Como sedang unggul 2-0. Namun Betis berhasil bangkit di babak kedua dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Meski begitu, gol kemenangan dari Ivan Azon di masa tambahan waktu memastikan kemenangan bagi tim asuhan Cesc Fabregas.

Bentrokan ini berpotensi menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi kedua tim, terutama karena mereka tengah bersiap menghadapi musim kompetisi domestik yang akan segera dimulai.

Ini bukan kali pertama Como FC terlibat dalam insiden di laga pramusim. Tahun lalu, dalam laga persahabatan melawan Wolverhampton Wanderers di Marbella, Spanyol, kericuhan juga sempat pecah. Kala itu, gelandang Como, Curto, diduga melontarkan komentar rasis dengan menyebut Hwang Hee-chan sebagai “Jackie Chan”, yang memicu kemarahan dari para pemain Wolves.

Keributan semakin memanas setelah pemain sayap Wolves, Daniel Podence, dikeluarkan dari lapangan karena memukul pemain Como. Insiden tersebut bahkan berujung pada pengajuan keluhan resmi dari Wolves ke UEFA.

Dengan insiden terbaru ini, reputasi Como sebagai tim yang “panas” di laga pramusim tampaknya semakin melekat, dan bisa menjadi perhatian serius bagi federasi serta klub-klub yang akan menghadapi mereka di masa depan.(maq)

Exit mobile version