edisiana.com – Fabio Silva tidak betah di klubnya Wolves. Dan pemain termahal itu ingin hengkang pada jendela transfer musim ini.
Di bawah asuhan Gary O’Neil, pemain berusia 21 tahun itu minim jam pertandingannya. Dan cuma tiga kali menjadi starter selama paruh pertama musim lalu sebelum dipinjamkan ke Rangers.
Di Ibrox Silva kesulitan untuk memberikan pengaruh, hanya mencetak empat gol di liga. Saat tim asuhan Philippe Clement terpaksa puas di posisi kedua setelah finis delapan poin di belakang rivalnya Celtic.
Dengan prospek satu musim lagi di Molineux yang menantinya, Silva mengakui bahwa dia sedang mencari tantangan baru dan yakin O’Neil juga merasakan hal yang sama.
“Saya mencoba untuk bersantai dengan keluarga dan teman-teman saya saat ini, tapi pada akhirnya saya ingin mencoba dan pindah ke klub lain,” kata dia seperti dilansir Daylimail pada Jumat, 7 Juni.
“Saya tidak tahu apakah itu transfer atau pinjaman lainnya, tapi semua orang di Wolves tahu apa yang saya pikirkan. Dan pelatih memiliki pendapat yang sama. Kami akan mencoba dan melakukan segalanya untuk bisa bergerak,” tambahnya.
Karir Silva sangat moncer. Dia menciptakan sejarah di Porto dengan tampil sebagai termuda pada usia 17 tahun 22 hari. Silva dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai salah satu penyerang muda paling menarik di Eropa. Dibandingkan rekan senegaranya Cristiano Ronaldo.
Bakatnya yang luar biasa menarik minat sejumlah klub di seluruh benua tetapi pada akhirnya Wolves yang menang. Mengontrak Silva dengan biaya rekor klub sebesar £35 juta pada September 2020.
Namun, hampir empat tahun berlalu, Silva mengaku tak pernah benar-benar ingin pindah ke klub West Midlands.
“Saya berlatih bersama Porto di pagi hari, pergi makan malam bersama keluarga dan agen saya menelepon saya,” lanjut Silva.
‘Dia berkata, besok kita akan berangkat ke Inggris,” kenang Silva yang secara mendadak diajak pindah.
“Mereka mendorong saya ke arah Wolves. Saya tidak punya pilihan. Mungkin klub lain akan lebih baik dalam perkembangan saya – liga yang memberikan lebih banyak waktu dan kesabaran,” jelasnya.
Dia mengaku usianya saat itu baru 18 tahun saat menerima tawaran £35 juta. Sementara saat itu, Porto tidak berada dalam posisi yang bagus secara finansial.
“Namun saya masih belum bisa mengambil keputusan mengenai hal tersebut.Saya tidak bisa mengatakan tidak,” ujarnya.(maq)
