Bola  

UEFA Kecam FIFA Usai Balogun Diizinkan Tampil

Presiden FIFA Gianni Infantino. Foto: via BBC

edisiana.com – Keputusan FIFA yang mengizinkan Balogun tampil pada babak 16 besar menuai kritik keras dari UEFA. Badan sepak bola Eropa itu menilai langkah yang diambil organisasi di bawah kepemimpinan Gianni Infantino telah mengabaikan prinsip dasar penegakan aturan dalam sepak bola.

Dalam pernyataan resminya pada Senin, UEFA menyampaikan keberatan dengan bahasa yang tidak biasa. Organisasi tersebut menyebut keputusan FIFA sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan,” tegas UEFA dalam pernyataannya dinukil dari MD pada Senin, 6 Juli 2026.

BACA JUGA:  Messi, Mbappe, dan Verratti Cedera, Absen Lawan Lille

UEFA menegaskan bahwa sepak bola dibangun di atas aturan yang menjadi fondasi terciptanya kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Menurut mereka, meskipun dalam beberapa kasus aturan dapat ditafsirkan secara berbeda, situasi yang terjadi pada kasus Balogun tidak termasuk di dalamnya.

“Sepak bola, seperti olahraga lainnya, didasarkan pada aturan yang membentuk dasar persaingan yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan dapat ditafsirkan berbeda. Dalam hal ini, bukan itu masalahnya,” tulis UEFA.

BACA JUGA:  Pep Masih Marah dengan Walker Gara-gara Kartu Merah

Badan sepak bola Eropa itu juga mengingatkan bahwa sanksi setelah kartu merah merupakan ketentuan yang berlaku secara otomatis. Dengan demikian, seorang pemain yang menerima kartu merah setidaknya harus menjalani larangan bermain selama satu pertandingan.

“Penangguhan otomatis setidaknya satu pertandingan setelah kartu merah bukanlah wewenang badan pengatur, dan juga tidak memerlukan keputusan dari otoritas yang berwenang untuk penerapannya,” tegas UEFA.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa UEFA memandang keputusan FIFA sebagai penyimpangan dari aturan yang selama ini menjadi standar dalam sepak bola internasional.

BACA JUGA:  Guardiola Santai Soal Jarak Enam Poin dari Arsenal

Polemik ini pun berpotensi memicu perdebatan lebih luas mengenai konsistensi penerapan regulasi di turnamen yang berada di bawah naungan FIFA.(maq)