edisiana.com – Daniel Levy resmi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Tottenham Hotspur, bertolak belakang dengan laporan awal yang menyebutkan bahwa ia mengundurkan diri secara sukarela.
Menurut laporan eksklusif dari The Athletic, keputusan tersebut diambil oleh keluarga Lewis, pemegang saham mayoritas klub, setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Tottenham selama beberapa musim terakhir.
Sumber menyebutkan bahwa keluarga Lewis menginginkan perubahan besar untuk membawa klub bersaing di level tertinggi Liga Inggris, demi meraih prestasi maksimal — sebuah target yang dinilai gagal dipenuhi oleh Levy dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir Sport Mole, Levy sebelumnya dikenal sebagai sosok penting di balik pembangunan skuad kompetitif Tottenham, terutama di era Mauricio Pochettino.
Di bawah kepemimpinan Pochettino, Spurs sempat meraih peringkat ketiga (2015–16), kedua (2016–17), dan kembali ketiga (2017–18) di Liga Inggris.
Di luar lapangan, Levy berjasa dalam peningkatan pendapatan klub secara signifikan serta pembangunan stadion baru berstandar dunia, yang kini menjadi salah satu aset utama klub.
Namun demikian, keberhasilan di luar lapangan tak sebanding dengan prestasi di atas rumput hijau. Selama masa jabatannya, Tottenham hanya mampu meraih dua trofi, sebuah catatan yang dinilai mengecewakan oleh banyak pihak, termasuk para pendukung.
Kritik terhadap Levy juga mencuat terkait strategi finansial klub. Pada laporan Deloitte Football Money League tahun 2025, Spurs tercatat memiliki rasio upah terhadap pendapatan terendah di antara klub-klub papan atas Liga Premier. Hal ini memunculkan anggapan bahwa Levy terlalu berhati-hati dalam membelanjakan dana demi membangun skuad juara.
Dengan pencopotan Levy, masa depan Tottenham kini memasuki era baru. Belum ada pengumuman resmi mengenai sosok pengganti, namun sumber menyebutkan bahwa keluarga Lewis berencana menempatkan pemimpin yang lebih berani dan ambisius dalam mengejar kejayaan di atas lapangan.(maq)
