edisiana.com – Petenis cantik asal Inggris, Emma Raducanu, harus mengakhiri perjalanannya di Wimbledon 2025 setelah dikalahkan oleh petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, di putaran ketiga Grand Slam bergengsi tersebut.
Bertanding di Centre Court, Raducanu menunjukkan permainan berani namun harus menyerah dalam dua set langsung dengan skor 7-6, 6-4. Pertandingan berlangsung kurang dari dua jam, namun menyuguhkan pertarungan yang ketat dan emosional.
Meski tersingkir, Raducanu meninggalkan SW19 dengan pesan tegas kepada pihak penyelenggara turnamen. Ia menyuarakan keprihatinannya terhadap sistem Electronic Line Calling (ELC) yang baru diterapkan di turnamen tahun ini.
“Agak mengecewakan, turnamen ini, keputusannya bisa sangat salah,” ujar Raducanu seperti dinukil dari Daily Mail pada Sabtu ini.
“Sebagian besar keputusannya memang baik-baik saja. Tapi saya juga pernah mengalami beberapa keputusan yang sangat salah di pertandingan lain. Jadi, ya, saya tidak tahu. Semoga mereka bisa memperbaikinya.”
Raducanu mempertanyakan beberapa keputusan krusial dalam set pertama, termasuk satu momen yang membuatnya tampak frustrasi dan sempat berdiskusi dengan wasit. Ia menilai teknologi tersebut belum sepenuhnya akurat, merujuk pada beberapa insiden serupa yang dialaminya sepanjang turnamen.
Aryna Sabalenka. Foto: via Daily Mail
Sebelum kalah dari Sabalenka, Raducanu tampil impresif di SW19, mengalahkan Mimi Xu dan juara bertahan Marketa Vondrousova dalam dua putaran awal. Ia bahkan sempat unggul 4-1 di set kedua melawan Sabalenka, sebelum petenis Belarusia itu bangkit dan membalikkan keadaan.
Sabalenka, juara Grand Slam tiga kali, memberikan pujian kepada lawannya seusai pertandingan.
“Ia bermain tenis dengan sangat hebat dan mendorong saya dengan sangat keras. Saya senang melihatnya sehat dan kembali ke jalur yang benar. Saya yakin ia akan segera kembali ke peringkat 10 besar,” kata Sabalenka.
Raducanu, yang kini berusia 22 tahun, masih menjadi harapan besar Inggris di kancah tenis dunia. Meskipun langkahnya terhenti lebih awal di Wimbledon kali ini, penampilannya menunjukkan bahwa ia masih punya potensi besar untuk kembali ke jajaran elit dunia.(maq)










