edisiana.com – Malam penuh emosi di Anoeta menghadirkan satu nama utama: Mikel Oyarzabal. Sang kapten tampil sebagai algojo yang tak tergoyahkan dari titik putih dan memastikan langkah Real Sociedad ke final Copa del Rey.
Keunggulan 1-0 dari leg pertama di San Mamés — lewat gol Beñat Turrientes — menjadi fondasi kokoh bagi tim asuhan Pellegrino Matarazzo.
Dalam derbi Basque yang selalu sarat gengsi dan tensi tinggi, La Real menunjukkan kedewasaan dan disiplin untuk menjaga keunggulan agregat.
Athletic Club datang tanpa Nico Williams yang cedera, dan kehilangan daya ledak di momen-momen krusial.
Mereka berusaha menekan sejak awal, namun solidnya lini belakang tuan rumah membuat upaya comeback tak pernah benar-benar menemukan ritme.
Momen penentuan hadir setelah intervensi VAR. Wasit Cesar Soto Grado menunjuk titik putih usai meninjau tayangan ulang terkait tarikan jersey terhadap Yangel Herrera oleh pemain pengganti Athletic, Inigo Ruiz de Galarreta.
Oyarzabal maju dengan ketenangan khas seorang pemimpin. Langkah mantap, tatapan fokus, dan sepakan yang tak terbendung. Gol! Stadion meledak dalam euforia — tiket final pun resmi digenggam.
Di partai puncak, Real Sociedad akan menghadapi Atlético de Madrid asuhan Diego Simeone.
Melansir BBC, ini menjadi final ketujuh dalam sejarah La Real di kompetisi tersebut, dengan dua gelar yang sudah mereka koleksi sebelumnya.
Kini, mimpi itu kembali menyala di San Sebastián. Dan ketika Oyarzabal berbicara lewat gol, segalanya terasa mungkin.(maq)
