edisiana.com – Drama lima gol tersaji di St James’ Park. Newcastle United sukses menaklukkan Manchester United 3-2 dalam laga yang penuh tensi — dan William Osula keluar sebagai penentu di menit-menit akhir.
Sebelum laga, Michael Carrick sudah memperingatkan anak asuhnya bahwa markas The Magpies adalah tempat yang kejam bagi tim tamu. Atmosfernya menggigit, tekanannya nyata. Dan peringatan itu terbukti benar.
Menariknya, bahkan setelah gelandang Newcastle, Jacob Ramsey, menerima kartu merah di babak pertama, justru tuan rumah yang menunjukkan karakter baja.
Dengan 10 pemain, mereka tetap menekan, tetap berani, dan tetap percaya diri di tengah gemuruh tribun.
Pertandingan sempat terlihat akan berakhir imbang. Sundulan Casemiro membatalkan gol penalti Anthony Gordon, membuat kedudukan kembali seimbang dalam duel yang berlangsung terbuka dan intens.
Namun panggung sudah disiapkan untuk Osula.
Masuk sebagai pemain pengganti, ia membaca ruang dengan sempurna. Tusukan tajam ke dalam kotak penalti di menit ke-90 diakhiri dengan tembakan keras yang melesat melewati Senne Lammens.
Sang kiper hanya terpaku menyaksikan bola bersarang di gawangnya. Stadion pun meledak.
Pelatih kepala Newcastle, Eddie Howe, tak terkejut dengan ketajaman sang penyerang muda.“Setelah latihan kemarin, Will meminta 10 umpan tambahan,” ujar Howe dikutip dari BBC pada hari ini.
Sebuah momen yang lahir dari kerja ekstra. Sebuah gol yang menggetarkan St James’ Park.
Dan sebuah kemenangan yang menegaskan bahwa Newcastle tak pernah menyerah — bahkan ketika segalanya terasa melawan mereka.(maq)
